Show simple item record

dc.contributor.advisorRamli
dc.contributor.advisorBastari
dc.contributor.authorTugino
dc.date.accessioned2015-10-13T04:32:39Z
dc.date.available2015-10-13T04:32:39Z
dc.date.issued2015-10-13
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/51143
dc.description107018021en_US
dc.description.abstractPajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu jenis pajak yang ada di Indonesia. Pajak yang bersifat tidak langsung ini dikenakan terhadap konsumsi pada setiap tingkatan produksi atau distribusi. Sebagai pajak atas konsumsi, PPN sangat bergantung terhadap kondisi perekonomian secara umum. Indikator-indikator ekonomi makro mungkin memiliki pengaruh terhadap penerimaan PPN setiap tahunnya. Demikian juga dengan jumlah Pengusaha Kena Pajak (PKP) sebagai pemungut PPN berdasarkan Undang-undang PPN yang berlaku. Oleh karena itu penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah PKP, PDB, ekspor, inflasi, suku bunga SBI dan tingkat konsumsi serta penyaluran kredit investasi dan kredit konsumsi terhadap penerimaan PPN di Indonesia. Model yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah model ekonometrika, sedangkan metode yang dipakai adalah metode kuadrat linier terkecil (Ordinary Least Square) dan persamaan struktural analisis jalur (Path Analysis), yang bertujuan untuk menganalisis besarnya pengaruh variabel-variabel eksogenus (variabel bebas) terhadap variabel endogenus (variabel terikat). Variabel jumlah PKP, PDB, ekspor, inflasi, suku bunga SBI, pengeluaran konsumsi, kredit investasi dan kredit konsumsi secara langsung dan bersama-sama (simultan) mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan PPN di Indonesia. Secara parsial terhadap penerimaan PPn di Indonesia, jumlah PKP mempunyai pengaruh positif dan signifikan. PDBt-1 mempunyai pengaruh positif dan signifikan. Ekspor mempunyai pengaruh positif namun pengaruhnya tidak signifikan. Inflasi mempunyai pengaruh positif namun pengaruhnya tidak signifikan. Suku Bunga SBI mempunyai pengaruh negatif namun pengaruhnya tidak signifikan. Pengeluaran konsumsi mempunyai pengaruh negatif dan signifikan. Kredit investasi mempunyai pengaruh negatif namun pengaruhnya tidak signifikan. Kedit konsumsi mempunyai pengaruh positif namun pengaruhnya tidak signifikan. Inflasi mempunyai pengaruh positif namun pengaruhnya tidak signifikan terhadap pengeluaran konsumsi.en_US
dc.description.abstractValue Added Tax (VAT) is a type of tax in Indonesia. Indirect taxes that is imposed on consumption at all levels of the production or distribution. As a tax on consumption, VAT depends on general economic conditions. Macroeconomic indicators may have an influence on VAT revenues annually. Likewise Taxable amount (PKP) as VAT collectors under the Act applicable VAT. Therefore this study was to determine how the effect of the number of PKP, GDP, exports, inflation, interest rates and consumption levels SBI and investment lending and consumer credit on VAT revenues in Indonesia. The model used in this study is to analyze econometric model, while the method used is the linear least squares method (Ordinary Least Square) and structural equation analysis of the path (Path Analysis), which aims to analyze the influence of exogenous variables (independent variables) on endogenous variable (the dependent variable). Variable number of PKP, GDP, exports, inflation, interest rates SBI, consumption expenditure, investment loans and consumer loans directly and jointly (simultaneously) can provide a significant impact on VAT receipts in Indonesia. Partially on sales tax revenue in Indonesia, the number of PKP has a positive and significant impact. PDBt-1 has a positive and significant impact. Exports have a positive effect, but the effect is not significant. Inflation has a positive effect, but the effect is not significant. Interest Rate has a negative effect, but the effect is not significant. Consumption expenditure has a negative and significant effect. Investment credit has a negative effect, but the effect is not significant. Kedit consumption has a positive effect, but the effect is not significant. Inflation has a positive effect, but the effect is not significant effect on consumption expenditure.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectValue Added Taxen_US
dc.subjectTaxableen_US
dc.subjectGDPen_US
dc.subjectexportsen_US
dc.subjectinflationen_US
dc.subjectinterest rates SBIen_US
dc.subjectconsumptionen_US
dc.subjectinvestment loansen_US
dc.subjectconsumer loansen_US
dc.titleAnalisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai di Indonesiaen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record