Show simple item record

dc.contributor.advisorRusmalawaty
dc.contributor.advisorFauzi
dc.contributor.authorUtari, Meutia
dc.date.accessioned2015-10-12T01:11:57Z
dc.date.available2015-10-12T01:11:57Z
dc.date.issued2015-10-12
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/51088
dc.description111000270en_US
dc.description.abstractProgram Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. Berdasarkan data peserta KB baru di Kecamatan Hinai tahun 2014 tidak mencapai target yaitu hanya berjumlah 1294 peserta KB baru dan pencapaian peserta KB baru menurun dari tahun sebelumnya. Kecamatan Hinai merupakan Kecamatan yang paling rendah pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dengan 5 informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas Tanjung Beringin, Penanggung jawab program KB di Puskesmas Tanjung Beringin, Penanggung jawab program KB di KBPP Kecamatan Hinai, Penanggung jawab program KB di Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, Bidan desa dan melakukan FGD(Forum Group discussio) dengan 5 peserta KB. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Tanjung Beringin Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pencapaian peserta KB baru dikarenakan Puskesmas hanya memiliki satu tenaga kesehatan di bidang KB, dan Dinas Kesehatan tidak mendapatkan dana untuk program KB sehingga program KB di Puskesmas hanya melayani dalam gedung dan melakukan pencatatan pelaporan. Sarana dan prasarana yang ada di puskesmas sudah cukup memadai tetapi ketersediaan alat kontrasepsi terkadang tidak tersedia. Perencanaan belum ada dari Dinas Kesehatan sehingga Dinas Kesehatan dan Puskesmas hanya melakukan pecatatan dan pelaporan saja. Kurangnya kerja sama, koordinasi dan sosialisasi dengan KBPP dalam pelaksanaan program KB di Kecamatan Hinai sehingga Dinas Kesehatan ataupun Puskesmas tidak dilibatkan dalam pelaksanaan program KB di lapangan. Dalam pengawasan sudah dilakukan dengan baik dan berjenjang sampai ke tingkat 2. Hasil program KB di Puskesmas Tanjung Beringin belum maksimal dan masih banyak yang perlu seperti kinerjanya, kurangnya kerjasama di instansi-instansi program KB di Kecamatan Hinai, dan kurangnya pelatihan tenaga kesehatan di bidang KB. Peneliti ini menyarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat agar membuat perencanaan dan pendanaan untuk program KB serta dapat menjalin kerjasama yang baik dengan BKBPP Kabupaten Langkat sehingga terlaksananya program KB di lapangan.en_US
dc.description.abstractFamily planning program is one of strategy in order to increase the prosperous of mother and child and realize a small scale happy family as realization of society prosperous by birth control and growth rate control of population of Indonesia. Based on data of new participant of family planning in sub-district of Hinai in 2014, the target was not achieved in which only 1294 new participant of family planning and the achievement of new participant was decrease than previous year. Sub-district of Hinai is a sub-district with the lower level of using long term contraception method in Langkat regency. This research applied qualitative approach. The data in this research was collected by depth-interview with 5 informant that consist of Head of Puskesmas Tanjung Beringin, the person in charge of Family planning program in Puskesmas Tanjung Beringin, the person in charge in family planning program in KBPP sub-district of Hinai, the person in charge of family planning program of Health Office of Langkat Regency, Midwife and implement the focus group discussion with 5 participant of family planning. Location of research was Puskesmas Tanjung Beringin sub-district of Hinai, Regency of Langkat. The result of research indicates that the lower of achievement of new participant of family planning target is caused by Puskesmas that only has one health operator in family planning and Health Office has not fund to support the family planning program. Therefore the family planning program in Puskesmas only serve the participant in a building and record the reporting. The available facilities and infrastructure is sufficient but the sometimes, the contraception is not available. There is not planning from Health Office so the Health Office and Puskesmas only do the recording and reporting. The lower of mutual cooperation, coordination and socialization with KBPP in family planning program in sub-district of Hinai cause the health office or Puskesmas is not involved in the implementation of family planning program in the field. The supervision had be implemented effectively up to the level 2. The result of family planning program in Puskesmas Tanjung Beringin has not yet maximum and it need any improvement such as performance, the lower of mutual cooperation of any institutions that involved in family planning program in sub-district of Hinai and the lack of training for medicine in family planning. This research suggest the Health Office of Langkat Regency to prepare planning and funding for family planning program and to build a mutual cooperation with BKBPP of Langkat Regency for the implementation of family planning effectively.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectImplementationen_US
dc.subjectFamily Planning Programen_US
dc.subjectPuskesmasen_US
dc.titleImplementasi Program Keluarga Berencana di Puskesmas Tanjung Beringin Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Tahun 2015en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record