Show simple item record

dc.contributor.advisorTan Kamello
dc.contributor.advisorHarianto, Dedi
dc.contributor.authorRumapea, Immanuel
dc.date.accessioned2015-08-11T04:48:47Z
dc.date.available2015-08-11T04:48:47Z
dc.date.issued2015-08-11
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/49209
dc.description080200127en_US
dc.description.abstractBank merupakan lembaga keuangan yang fungsi utamanya adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana kepada masyarakat yang sangat penting dalam pembangunan. Usaha pokok bank adalah sektor perkreditan dan pendapatan bank yang terbesar berasal dari sektor perkreditan. Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Krakatau Medan merupakan bank umum yang salah satu produk kredit yang dikeluarkannya adalah Kredit Usaha Rakyat. Kredit Usaha Rakyat adalah jenis kredit/pembiayaan modal kerja dan atau/investasi kepada Usaha Mikro , Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) di bidang usaha produktif yang fesible (layak) namun belum bankable, dengan plafond kredit sampai dengan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) yang dijamin oleh perusahaan penjamin. Didalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini kepada masyarakat pada kenyataannya terjadi apa yang disebut dengan kredit macet yang merupakan risiko yang terkandung dalam setiap pemberian kredit oleh bank. Adapun yang menjadi permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimana syarat dan prosedur pemberian Kedit Usaha Rakyat pada BRI KCP Krakatau Medan, apakah yang menyebabkan terjadinya kredit macet pada Kredit Usaha Rakyat BRI Kantor KCP Krakatau Medan, dan upaya yang dapat dilakukan dalam penyelesaian kredit macet pada Kredit Usaha Rakyat BRI KCP Krakatau Medan. Metode penelitian yang dilakukan dalam pengerjaan skripsi ini adalah yuridis normatif yaitu mengacu pada norma-norma hukum, dan penelitian ini bersifat deskriptif analitis, karena menggambarkan masalah dengan cara menjabarkan fakta secara sistematik, faktual dan akurat. Metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan (library research), yakni melakukan penelitian dengan menggunakan data dari berbagai sumber bacaan, seperti perundangundangan, buku-buku, internet yang dinilai relevan dengan permasalahan yang dibahas, dilakukan juga wawancara dengan pihak terkait untuk mendapatkan fakta dilapangan. Syarat utama didalam perolehan Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah nasabah atau debitur haruslah mempunyai kegiatan usaha dan tidak sedang menerima kredit pembiayaan modal kerja dan/atau kredit investasi. Dan didalam prosedur pemberian KUR dimulai dari tahap permohonan kredit, tahap analisis kredit dan tahap putusan kredit yang kesemuanya itu oleh Bank tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.Namun demikian, resiko terjadinya kredit bermasalah tetap saja terjadi baik itu yang disebabkan oleh faktor ekstern bank dan juga dapat dari faktor intern bank. Untuk mengatasi masalah kredit macet pada Kredit Usaha Rakyat BRI KCP Krakatau Medan melakukan upaya penagihan, restrukturisasi, mengajukan klaim, penghapus bukuan kredit dan subrogasi. Didalam upaya penyelesaian kredit macet pada Kredit Usaha Rakyat maka bank sebaiknya mengedepankan penyelesaian secara win-win solution yang cepat dan dapat memuaskan pihak kreditur mapun pihak debitur selain upaya rekstrukturisasi, mengajukan klaim, penghapus bukuan kredit dan subrogasi. Selain itu Bank juga harus lebih lagi meningkatkan pembinaan dan monitoring terhadap kredit debitur dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKredit Maceten_US
dc.subjectKredit Usaha Rakyaten_US
dc.titleTinjauan Yuridis Penyelesaian Kredit Macet Pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Pembantu Krakatau Medanen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record