Show simple item record

dc.contributor.advisorNurmaini
dc.contributor.advisorSanti, Devi Nuraini
dc.contributor.authorBr Sembiring, Daswati
dc.date.accessioned2015-06-18T04:48:35Z
dc.date.available2015-06-18T04:48:35Z
dc.date.issued2015-06-18
dc.identifier.otherSopiatun
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/47212
dc.description121021018en_US
dc.description.abstractLimbah kol biasanya ditumpuk begitu saja pada tempat pembuangan sampah dan tidak diangkut setiap hari yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan tempat berkembang biak bibit penyakit.Salah satu proses yang dapat mempercepat dantidak menimbulkan aroma tidak sedap adalah dengan mengunakan aktivator. Penelitian bertujuan menghasilkan kompos dari limbah sayuran kol dengan menggunakan EM4, Kotoran Sapi dan MOL tapai. Rancangan penelitian adalah quasi eksperimen dengan data perbandingan waktu yang dibutuhkan dalam pematangan kompos dinilai dari parameter fisik (bau, warna dan tekstur) serta parameter lain seperti suhu, kelembaban dan pH dimulai dari dilakukannya uji coba hingga menjadi kompos serta dilakukan pemeriksaan kandungan Natrium, Phosfor dan Kalium. Penelitian menunjukkan hasil pemberian aktivator MOL, EM-4 dan kotoran sapi menunjukkan adanya perbedaan waktu pematangan dalam 10 hari, 20 hari, dan 30 hari yang menunjukkan MOL sudah mengalami kematangan lebih efektif dibandingkan dengan EM-4 dan kotoran sapi.Kematangan kompos dari aktivator MOL menunjukkan secara fisik yaitu bau tanah (humus), warna coklat kehitaman serta tektur yang telah menyerupai tanah, EM-4 bewarna berwarna coklat dan Kotoran sapi berwarna coklat kekuningan. Kualitas Kompos (Natrium, Posphor, Kalium) yang dihasilkan sudah memenuhi standarisasi kompos SNI 19-7030-2004 yaitu rata-rata kadar Nitrogen sebesar 0,49-0,52 %, Phosfor 0,18-0,21% dan kadar kalium sebesar 0,29-0,32%. Disarankan kepada pemerintahan setempat untuk mengadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan kompos dari limbah kol sehingga limbah dari hasil perkulakan dapat dimanfaatkan.en_US
dc.description.abstractThe waste of cauliflower is accumulated in waste disposal area and did not pickup in every day that cause the environment pollution and a habitat of development of the germ.One of process that accelerate and avoid the uncomfortable aroma is using activator. This research aims to produce the compost from the vegetables waste using EM4, feces of sheep and MOL fermented product. This research is quasi experiment using time comparison data that required in maturity of compost based on physical parameter (odor, color and texture) and other parameter such as temperature, humidity and pH from the experimental study up to the compost and do the assessment of the content of Natrium, phosphor and Calium. This research indicates the using of activator MOL, EM-4 and feces of sheep indicates the different of the maturity time in 10 days, 20 days, and 30 days that indicates that MOL is mature effectively than EM-4 and feces of sheep.The maturity of compost by MOL activators indicated physically by soil odor (humus), black brownish color and soil texture, EM-4 is brown and faces of sheep is yellow brownish. The quality of comost (nastrium, phosphor, calium) is fulfill the compost standardization SNI 19-7030-2004 with the average of Nitrogen, phosphor and callium is 0.48 – 0.52%, 0.18 – 0.21% and 0.29 – 0.32%, respectively. Suggested to local goverment to make a education and giving exercise how to production compost from waste of cauliflower with the result waste yield can be useful.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectLimbah Kolen_US
dc.subjectAktivatoren_US
dc.subjectKomposen_US
dc.titleEfektivitas Berbagai Jenis Aktivator dalam Pembuatan Kompos dari Limbah Kol,(Brassicca Oleracea) Tahun 2O14en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record