Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Salmina Wati
dc.contributor.authorSihombing, Garry Nixson Paulus
dc.date.accessioned2015-05-18T02:01:18Z
dc.date.available2015-05-18T02:01:18Z
dc.date.issued2015-05-18
dc.identifier.otherEra Salida
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/46289
dc.description100406062en_US
dc.description.abstractArsitektur dan musik merupakan dua cabang seni dimana kreatifitas bisa diekspresikan. Arsitektur dibentuk melalui unsur-unsur berupa material, ritme dan komposisi. Sama halnya dengan musik yang dibentuk melalui unsur melodi, irama dan harmoni. Musik akan menghasilkan rangkaian alunan nada yang ditampilkan melalui wujud berupa lagu yang memiliki intro sebagai pembuka lagu serta coda sebagai penutup lagu. Begitu juga dengan karya arsitektur yang menghasilkan ruang-ruang yang memiliki entrance sebagai jalur masuk serta exit sebagai jalur keluar. Pembentukan hasil pada kedua karya seni ini harus memiliki aturan-aturan guna memberikan keseimbangan bagi daya tarik visual. Hotel Santika Dyandra yang terletak di Jl. Kapten Maulana Lubis No. 7 Medan merupakan salah satu hasil dari karya arsitektur yang akan dibaca melalui pendekatan pada unsur musik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai arsitektur yang terkandung pada Hotel Santika Dyandra melalui penekanan unsur musik.en_US
dc.description.abstractArchitecture and music are the two branches of art in which creativity can be expressed. Architecture formed by elements of the form of the material, rhythm and composition. Similarly, the music formed by elements of melody, rhythm and harmony. Music will produce a series of tunes displayed through such a form that has the intro song as the opening song and coda as a cover song. So is the work of architecture that produce spaces that have entrance as the entrance and exit as an exit point. Formation of the second work of art should have rules in order to provide balance to the visual appeal. Hotel Santika Dyandra located at Jl. Kapten Maulana Lubis No. 7 Medan is one of the results of the work of architecture that will be read by the approach on musical elements. The purpose of this study was to identify architectural value contained in the Hotel Santika Dyandra through suppression musical elements.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectArsitekturen_US
dc.subjectMembacaen_US
dc.subjectMusiken_US
dc.subjectUnsuren_US
dc.titleMembaca Karya Arsitektur Sebagai Komposisi Musiken_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record