Show simple item record

dc.contributor.advisorUmar, Sayed
dc.contributor.advisorTafsin, Ma’ruf
dc.contributor.authorHarahap, Rustiati Sari
dc.date.accessioned2015-05-18T01:44:42Z
dc.date.available2015-05-18T01:44:42Z
dc.date.issued2015-05-18
dc.identifier.otherZulhelmi
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/46285
dc.description097040013en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan hasil kegiatan Inseminasi Buatan dan Kawin Alam ditinjau dari efisiensi reproduksi, dan menganalisis strategi pengembangan ternak sapi potong. Penelitian dilaksanakan di lima lokasi di Kabupaten Langkat yaitu Kecamatan Selesai, Kecamatan Kuala, Kecamatan Padang Tualang, Kecamatan Binjai dan Kecamatan Wampu. Penelitian ini berlangsung dari bulan Oktober 2012 sampai dengan bulan Juni 2013. Metode yang digunakan adalah metode survey dan observasi kelapangan dengan bantuan kuisioner. Jumlah responden sebanyak 150 orang terdiri dari 75 orang peternak yang mengawinkan ternaknya dengan sistem inseminasi buatan dan 75 orang peternak yang mengawinkan ternaknya dengan sistem kawin alam. Data yang diambil adalah data-data peternak dan data-data efisiensi reproduksi seperti Non Return Rate (NRR), Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C) dan Calf Crop (CC). Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif, analisis uji t dan analisis SWOT. Nilai rata-rata efisiensi reproduksi untuk Inseminasi Buatan adalah : NRR sebesar 68,17%, CR sebesar 49,85%, S/C sebesar 1,20 dan CC sebesar 63,30% dan nilai rata-rata untuk Kawin Alam adalah : NRR sebesar 67,30%, CR sebesar 47,46%, S/C sebesar 1,23 dan CC sebesar 60,51%. Kegiatan inseminasi buatan di Kabupaten Langkat menunjukkan bahwa kemampuan inseminator sebanyak 955 dosis/tahun, S/C sebesar 1,76, CR sebesar 56,7%, pelaksanaan selama 10 tahun dengan jumlah akseptor 452 ekor/tahun/inseminator dan cakupan wilayah binaan 27.120 ekor/tahun, sumber dana APBN dan APBD. Dari analisis SWOT didapatkan 10 faktor-faktor internal terdiri dari 5 kekuatan dan 5 kelemahan serta 9 faktor-faktor eksternal terdiri dari 4 peluang dan 5 ancaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan inseminasi buatan dan kawin alam menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata ditinjau dari nilai NRR, CR dan S/C. Kegiatan inseminasi buatan di Kabupaten Langkat dilihat dari nilai CR dan S/C menunjukkan grafik yang cenderung menaik setiap tahunnya dan telah memenuhi beberapa kriteria wilayah tahapan swadaya serta alternatif strategi pengembangan ternak sapi potong melalui inseminasi buatan dan kawin alam di Kabupaten Langkat adalah strategi SO yaitu memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang yang ada dimana strategi yang digunakan adalah strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.en_US
dc.description.abstractThis research aims to evaluate and compare the results of artificial insemination and natural copulation in the view point of reproduction efficiency and to analyze the development strategy of cow. This research was conducted at file locations in Regency of Langkat, i.e. subdistrict of Selesai, subdistrict of Kuala, subdistict of Padang Tualang, subdistrict of Binjai and subdistrict of Wampu. This research was conducted since October 2012 up to June 2013. The applied method is a survey method and field observation by using questionaire. The number of respondent is 150 persons that consist of 75 breeder that copulate the livestock by artificial insemination and 75 breeders using natural copulation system. The collected data are the breeders data and reproduction efficiency such as Non Return Rate (NRR), Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C) and Calf Crop (CC). The data is analyzed by descriptive analysis method, t-test analysis and SWOT analysis. The average of reproduction efficiency for artificial insemination is NRR for 68.17%, CR for 49.85%, S/C for 1.20 and CC for 63.30% and the average score for natural copulation is NRR for 67.30%, CR for 47.46%, S/C fo 1.23 and CC for 60.51%. The artificial insemination in Regency of Langkat indicates that the capability of inseminator is 955 dosage/year, S/C for 1.76, CR for 56.7%, implementation during 10 years with the number of acceptor is 452 tails/year/inseminator and the range of area is 27,120 tails/year, and the source of fund is National and Regional Budget. Based on SWOT analysis there are 10 internal factors that consist of 5 strongs and 5 weakness and 9 external factors that consists of 4 opportunities and 5 threats. The conclusion of this research is the artificial insemination and natural copulation indicates that did not different significantly between NRR, CR and S/C score. The natural insemination at Regency of Langkat based on CR and S/C indicates the increase graphic in each year and fulfil the regional criteria for self sufficiency and strategi alternative of the development of cow through artificial insemination and natural copulation at regency of Langkat is SO stategy, i.e. using the strong to get opportunity in which the applied strategy will support the aggresive growth policy.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectNatural Inseminationen_US
dc.subjectNatural Copulationen_US
dc.subjectReproduction Efficiencyen_US
dc.subjectDevelopment Strategyen_US
dc.titleEvaluasi Efisiensi Reproduksi dan Strategi Pengembangan Ternak Sapi Potong Melalui Inseminasi Buatan dan Kawin Alam di Kabupaten Langkaten_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record