Show simple item record

dc.contributor.advisorHerwanto, H. R. Yusa
dc.contributor.authorRamadhani, Fuji
dc.date.accessioned2015-03-05T03:45:11Z
dc.date.available2015-03-05T03:45:11Z
dc.date.issued2015-03-05
dc.identifier.otherEra Salida
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/44363
dc.description110100081en_US
dc.description.abstractBising merupakan salah satu etiologi yang dapat menimbulkan kondisi gangguan pendengaran. Target organ yang sering mengalami kerusakan adalah organ korti di koklea. Perubahan struktur yang terjadi diyakini melibatkan proses oksidasi dari radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efek ekstrak kulit Garcinia mangostana sebagai antioksidan yang efektif dan aman untuk mencegah kerusakan organ korti koklea yang dapat mengakibatkan GPAB ditinjau dari gambaran ultrasttukturnya. Penelitian merupakan studi eksperimental in vivo dengan rancangan post test only group dengan menggunakan hewan coba tikus putih Rattus norvegicus galur Wistar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok, 3 kelompok memperoleh aquadest dan selebih nya mendapatkan ekstrak selama 16 hari. Masing-masing kelompok diberikan intensitas bising yang berbeda yakni, 25-50 dB, 55-80 dB, dan 85-110 dB dengan durasi 8 jam selama 8 hari secara kontinu. Semua sampel dilakukan pemeriksaan ultrastuktur melalui SEM. Hasil Pemeriksaan diperoleh tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05) untuk semua kelompok perlakuan. Pemberian ekstrak kulit Garcinia Mangostana dengan dosis 21,6 mg selama 16 hari secara per oral tidak memberikan efek pencegahan yang signifikan dalam mengurangi kerusakan organ korti koklea, terutama pada pemberian intensitas bising 85-110 dB selama 8 hari (p=0,127).en_US
dc.description.abstractNoise is one of etiology that may cause hearing loss. Target organ which usually become damage are organ of corti in cochlear. Structural changes that occur are believed to involve oxidation of free radicals. The purpose of this study is to prove the effect of pericarp extract of Garcinia mangostana as an effective antioxidant and secure to prevent the damage to the cochlear organ of corti which may lead to NIHL viewed from its SEM examination. An in vivo laboratory experimental study with post test only group design used Wistar strain of white rats (Rattus norvegicus). The samples were 24 rats divided into 6 groups: 3 groups had aquadest and the others had pericarp extract of Garcinia mangostana for 16 days. In every 8 hours, each groups had exposed by different intensity of noise exposure (25-50 dB, 55-80 dB, and 85-110 dB) for next 8 days continually. All samples were examined for the ultrastructure image of organ corti by SEM. Examination result obtained showed no significant difference (p>0,05) between experiment groups. The oral administration of pericarp extract of Garcinia mangostana at doses 21.6 mg for 16 days per day showed no significant effect in the way to prevent damage of organ corti, especially in 85-110 dB intensity for 8 days (p=0,127).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectGarcinia Mangostanaen_US
dc.subjectBising,en_US
dc.subjectOrgan Kortien_US
dc.titlePengaruh Garcinia Mangostana Terhadap Paparan Bising Yang Dinilai Dari Pemeriksaan Scanning Electron Microscope (SEM) Pada Rattus norvegicusen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record