Show simple item record

dc.contributor.advisorProf. Abdul Ghani Salleh, B.Ec, M.Sc., PhD.; Ir. Dwira N. Aulia, M.Sc.en_US
dc.contributor.authorArmita R. Panjaitanen_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:28:26Z
dc.date.available2010-03-19T10:28:26Z
dc.date.issued2008-05-12T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherElisa Ekaningsihen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/4359
dc.description06012755en_US
dc.description.abstractThe pretension of low-income population to have a healthy simple house is always in hindrance of the healthy simple house availability that is provided by Perum Perumnas. In general, housing supply for low income population will never be enough. The demand of housing is greater than government's supply. Medan, as a big city in Indonesia also has difficulties in supplying cheap house. The objective of the research is to discover the main factor that influences the low income population in reach is getting house and income distribution for housing need. Sample collecting is held by simple random sample as many 100 respondents that is 25% from the population of 398 households and all of the respondent are living in the Martubung Housing Medan. The result of the research shows that income distribution that is used by the low-income society to have that healthy simple house as much 25,20% of the income total. The factors that influence the low-income population to have a house which are: income, house location, installment amount, house price, and income distribution for housing. It is proved by rank spearmen statistical testing that produces the significance rs price and strengthening by the calculation result of thitung > ttabelen_US
dc.description.abstractKeinginan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sederhana sehat selalu dikalahkan ketersediaan rumah. Sederhana sehat yang disediakan Perum Perumnas. Secara umum, pengadaan perumahan bagi kelompok berpendapatan rendah selalu tidak mencukupi. Kebutuhan akan perumahan selalu lebih tinggi dan pada yang dapat disediakan oleh pemerintah Kota Medan sebagaimana kota besar di Indonesia juga mengalami kesulitan dalam pengadaan rumah murah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi keterjangkauan penghuni (pemilik) berpendapatan rendah dalam memperoleh tempat tinggal, dan distribusi pendapatan penghuni (pemilik) berpenghasilan rendah untuk kebutuhan rumah. Penarikan sampel dilakukan dengan simple random sample sebanyak 100 responden, yaitu 25% dari populasi yang berjumlah 398 kepala keluarga dan keseluruhan responden bermukim di Perumahan Martubung Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi pendapatan yang dipergunakan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sederhana sehat adalah sebesar 25,20% dari total pendapatannya, faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah adalah Pendapatan; Lokasi rumah; Besar cicilan; Harga rumah dan distribusi pendapatan untuk perumahan, hal ini dibuktikan dengan pengujian statistik rank spearmen yang menghasilkan harga rs yang singnifikan serta diperkuat dengan hasil perhitungan thitung > ttabelen_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectrumahen_US
dc.subjectketerjangkauanen_US
dc.subjectdistribusi pendapatanen_US
dc.titleFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterjangkaun Penghuni (Pemilik) Dalam Membeli Rumah Sederhana Sehaten_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record