Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Nurchaliza H.
dc.contributor.authorRS, Annisa Nidya
dc.date.accessioned2015-01-24T05:07:20Z
dc.date.available2015-01-24T05:07:20Z
dc.date.issued2015-01-24
dc.identifier.otherlili nasution
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/43310
dc.description110100211en_US
dc.description.abstractColor blindness is the inability to distinguish the perception of some colors or all colors, which a normal person can do. Color blindness is a condition that generally is inherited genetically, but can also be obtained due to damage of the eye, nerves, or brain. Color blindness is genetically determined by X chromosome in females, and passed on to their children. This study was aimed to determine the incidence of color blindness among students of SMPN1 Medan in 2014, according to their gender, family history, or according to the classification of color blindness. The study was a descriptive study and was performed using total sampling technique (n = 242, male 113, female 129). Data collection was done by examining color blindness using the Ishihara Chart (38 Plates). Data analysis was performed by using descriptive analysis. The results of this study shows that among 242 total samples, 10 male students and one female student are found to be color blind, in which 2 people are protanopia, 8 people are deuteranopia, and one person are red-green deficiency. Of the 11 people with color blindness, one of them had a family history of color blindness.en_US
dc.description.abstractButa warna adalah ketidakmampuan untuk membedakan persepsi beberapa warna atau semua warna, dimana orang normal mampu membedakannya. Buta warna adalah kondisi yang seringkali diturunkan secara genetik, tetapi dapat juga didapat karena disebabkan oleh kerusakan pada mata, nervus, atau otak. Buta warna yang diturunkan secara genetik dibawa oleh kromosom X pada perempuan, dan diturunkan pada anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian buta warna pada siswa/i SMPN 1 Medan tahun 2014, baik sesuai dengan jenis kelamin, riwayat keluarga ataupun sesuai klasifikasi buta warna. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat deksriptif dan dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling (n=242, laki-laki 113 orang, perempuan 129 orang). Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan buta warna menggunakan Ishihara Chart (38 Plates). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deksriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 242 total sampel, 10 siswa laki-laki dan 1 siswi perempuan mengalami buta warna dimana 2 orang mengalami protanopia, 8 orang mengalami deuteranopia, dan 1 orang mengalami red-green deficiency. Dari 11 orang yang mengalami buta warna, 1 diantaranya memiliki riwayat buta warnaen_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectColor blindnesen_US
dc.subjectIshihara Platesen_US
dc.titleKejadian Buta Warna pada Siswa/i SMPN 1 Medan Tahun 2014en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record