Show simple item record

dc.contributor.advisorYamin, Muhammad
dc.contributor.advisorSitepu, Runtung
dc.contributor.advisorKamello, Tan
dc.contributor.authorDaulat
dc.date.accessioned2015-01-22T03:05:53Z
dc.date.available2015-01-22T03:05:53Z
dc.date.issued2015-01-22
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/43232
dc.description107011145en_US
dc.description.abstractPerjanjian kredit pada bank dengan jaminan hak tanggungan yang dilakukan antara nasabah debitur dengan bank kreditur mewajibkan nasabah debitur untuk mengangunkan barang miliknya sebagai jaminan dalam pelunasan utang-utangnya dikemudian hari. Dalam ketentuan dan tata cara perjanjian kredit berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 27/162/KEP/DIR Tanggal 31 Maret 1995 tentang Pedoman Penyusunan Kebijakan Perkreditan Bank (PPKPB), diwajibkan pula bagi nasabah debitur untuk mengasuransikan barang agunan yang telah dibebani dengan hak tanggungan tersebut sebagai salah satu syarat disetujuinya permohonan kredit yang diajukan oleh nasabah debitur tersebut. Penelitian ini bersifat deskripsi analitis dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pijakan normatif yang berawal dari premis umum dan berakhir pada suatu kesimpulan khusus. Pengumpulan data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tertier yang terdiri dari Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 27/162/KEP/DIR Tanggal 31 Maret 1995 tentang Pedoman Penyusunan Kebijakan Perkreditan Bank (PPKPB), artikel, karya ilmiah, jurnal yang terkait dengan penelitian ini, kamus umum, kamus hukum, ensiklopedia, dan sebagai data penunjang penelitian ini juga didukung dengan penelitian lapangan (field research) berupa wawancara langsung dengan tiga orang nasabah debitur dari Bank Pemerintah dan tiga orang nasabah debitur dari Bank Swasta yang melaksanakan perjanjian kredit dan perjanjian asuransi barang agunan tersebut. Permasalahan yang timbul dalam penelitian ini adalah masalah kebebasan debitur dalam memilih perusahaan asuransi, masalah pelaksanaan pengikatan asuransi terhadap barang agunan, dan masalah pelaksanaan klaim terhadap asuransi barang agunan dalam perjanjian kredit jika terjadi resiko. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya kebebasan dari nasabah debitur dalam menentukan perusahaan asuransi sebagai tempat mengasuransikan barang agunan miliknya karena pihak bank yang menunjuk secara langsung perusahaan asuransi tersebut. Dalam pelaksanaan perjanjian asuransi nasabah debitur diwakili oleh pihak bank kreditur dalam melakukan penandatanganan penutupan asuransi, namun semua kewajiban yang timbul dari perjanjian asuransi tersebut ditanggung sepenuhnya oleh nasabah debitur. Hak-hak yang seharusnya milik nasabah debitur tidak diberitahukan oleh perusahaan asuransi maupun bank kreditur kepada nasabah debitur bahkan cenderung untuk ditutup tutupi keberadaan hak-hak tersebut. Pelaksanaan klaim asuransi yang diajukan oleh nasabah debitur terhadap perusahaan asuransi harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam perjanjian asuransi yang telah disepakati bersama oleh pihak penanggung dan tertanggung.en_US
dc.description.abstractBank credit agreement with collateral right as the guaranteee made between the customer (debtor) and the bank (creditor) requires the customer (debtor) to collateralize his/her property as the collateral goods to pay his/her debt in the future. In the provisions and procedures of credit agreements based on the Decree of the Board of Directors of Bank Indonesia No. 27/162/KEP/DIR dated March 31, 1995 on the Bank’s Credit Policy Guidelines, the customer (debtor) is also required to insure the collateral goods with collateral right as one of the requirements stating that the credit applied by the customer (debtor) has been approved. This descriptive analytical study with normative juridical approach referring to the legal norms found in the existing legislation as the normative basis commencing from general premise and end in a specific conclusion. The data fore this study were obtained from the primary, secopndary and tertiary legal materials consisting of law No.10/1998 on banking, Law No.2/1992 on Insurance Business, and the Decree of the Board of Directors of Bank Indonesia No. 27/162/KEP/DIR dated March 31, 1995 on the Bank’s Credit Policy Guidelines, articles, scientific works, related journal articles, general dictionary, law dictionary, encyclopedia, and the data obtained by field research through direct interviews with 3 (three) customers (debtors) fro state-owned banks and 3 (three) customers (debtors) fro private banks performing the credit agreement and the insurance agreement of the collateral goods. The problems solved in this study were that the debtor was not free to choose the insurance company, the implementation of the bonding of insurance to the collateral goods, and the implementation of an insurance claim against the collateral goods in the credit agreement if there is a risk. The result of this study showed that the debtor was not free to choose the insurance company to insure his/her collateral goods because, for this, the bank directly appoint the insurance company. In the implementatiuon of insurance agreement, the customer (debtor) was represented by the bank (creditor) in signing the insurance coverage, but all the obligations arising from the insurance agreement shall be solely borne by the customer (debtor), The rights that should belong to the debtor is not notified by the insurance company and banks(creditors) to debtors, and they (the insurance company and the bank) even tend to cover-up the existence of these rights. The implementation of insurance claims filed by the customer (debtor) to the bank (creditor) and insurance companies must comply with the provisions contained in the insurance agreement that has been agreed by the insurer and the insured.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectBank Credit Agreementen_US
dc.subjectInsuranceen_US
dc.subjectCollateral Goodsen_US
dc.titleKewajiban Debitur Untuk Mengasuransikan Barang Agunan Dengan Hak Tanggungan Dalam Perjanjian Kredit Di Bank Pemerintah Dan Swastaen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record