Show simple item record

dc.contributor.advisorAulia, Dwira N.
dc.contributor.authorTanjung, Dwi Octavianty
dc.date.accessioned2015-01-08T01:48:32Z
dc.date.available2015-01-08T01:48:32Z
dc.date.issued2015-01-08
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/43002
dc.description100406009en_US
dc.description.abstractUrban residential areas are categorized as slums in Indonesia continues to increase by leaps and bounds every year, especially in the city of Medan. Therefore, to overcome the housing and slum settlements in the city of Medan, especially Hamdan’s Village on the Deli’s Riverside, need a concept of structuring and revitalizing the better to get an increase in environmental quality and reinforce the spatial structure of urban space as well as provide solutions to the limited land settlement in the city of Medan. Background of people's income in areas where the majority of Kampung Hamdan was a low-income communities is one reason why the design of flats to be built has two functions, they are the function of residential and commercial functions. With this fact the socio-economic themes into the theme of this group in order to be built residential functions are expected to be independent. Additionally habit of village communities were largely Hamdan, one of which is rather interact in riparian areas, for example in a river bathing, waste water, and then fishing. Fishing is what will be the author adopted the potential of the region. A residential flats with the theme of “urban fish farming” is an arrangement plan flats in urban areas using fish farming as a sub-sector, resulting in a flats project that has social and economic activities that relate directly to the fish, which can transform a piece of land in the city center into a sustainable vertical fish farm land. The concept of a fish pond at the flat with the theme of “urban fish farming” is "upstream and downstream" means of breeding, raising, to get the results of the fish. This building has multiple facilities. They are dominated by market area that selling a fish, as well as the typical fish meal or snack, for example eel satay, carp, lele penyet, as activities that promote social and economic activities residents. There are also fishing areas are riparian area is used for fishing and also area residents interact with culinary activity.en_US
dc.description.abstractDaerah pemukiman perkotaan yang dikategorikan kumuh di Indonesia terus meningkat dengan pesat setiap tahunnya, tidak terkecuali di Kota Medan. Berangkat dari permasalahan tersebut, untuk mengatasi perumahan dan pemukiman kumuh di kota Medan, khususnya pada tepi Sungai Deli tepatnya Kampung Hamdan, perlu suatu konsep penataan dan revitalisasi yang baik sehingga mendapatkan suatu peningkatan mutu lingkungan tata ruang dan mempertegas struktur ruang kota serta memberikan pemecahan masalah terhadap semakin sempitnya lahan pemukiman di kota Medan. Latar belakang pendapatan masyarakat pada kawasan Kampung Hamdan yang mayoritasnya merupakan masyarakat dengan penghasilan rendah merupakan salah satu alasan mengapa desain rumah susun yang akan dibangun ini memiliki dua fungsi, yaitu fungsi hunian dan fungsi komersial. Dengan kenyataan tersebut muncullah tema sosial ekonomi menjadi tema dari kelompok ini agar fungsi hunian yang akan dibangun diharapkan bersifat mandiri. Selain itu kebiasaan dari sebahagian besar masyarakat Kampung Hamdan yang salah satunya yaitu suka berinteraksi di area pinggiran sungai misalnya mandi di sungai, buang air, dan juga memancing. Mancing inilah yang akan penulis angkat menjadi potensi dari kawasan tersebut. Sebuah hunian rumah susun dengan urban fish farming menjadi tema dari desain penulis yang berarti suatu rancangan penataan rumah susun di kawasan perkotaan yang menggunakan budidaya ikan sebagai subsektor, sehingga menghasilkan sebuah proyek rumah susun yang memiliki kegiatan sosial ekonomi yang berhubungan langsung dengan ikan, yang dapat mengubah sebidang tanah di tengah kota menjadi sebuah lahan peternakan ikan vertikal yang berkelanjutan. Konsep kolam ikan pada bangunan rumah susun ini yaitu “dari hulu ke hilir” maksudnya dari pembibitan, pemeliharaan, sampai mendapatkan hasil dari ikan tersebut. Bangunan ini juga memiliki beberapa fasilitas yaitu area pasar yang didominasi oleh penjualan ikan, serta rumah makan ataupun jajanan khas ikan, misalkan sate belut, ikan gurami, lele penyet, dan lain-lain sebagai kegiatan yang mendukung kegiatan sosial ekonomi warga. Selain itu juga terdapat area memancing yaitu area tepian sungai yang digunakan untuk memancing dan juga area berinteraksi warga dengan aktivitas kuliner.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectSettlementsen_US
dc.subjectRevitalizationen_US
dc.subjectDeli’s Riveren_US
dc.subjectHamdan’s Villageen_US
dc.subjectFlatsen_US
dc.subjectUrban Farmingen_US
dc.subjectFish Farmingen_US
dc.titlePotensi Peternakan Ikan pada Rumah Susun Kampung Hamdanen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record