Show simple item record

dc.contributor.authorTala, M. Rhiza Z
dc.contributor.authorTobing, Christoffel L.
dc.contributor.authorSurbakti, Yusuf R
dc.contributor.authorSihite, Herbet
dc.contributor.authorEdianto, Deri
dc.contributor.authorTigor P H
dc.date.accessioned2014-12-12T03:07:26Z
dc.date.available2014-12-12T03:07:26Z
dc.date.issued2014-12-12
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/42794
dc.descriptionMANUSKRIP PERBANDINGAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PADA PREEKLAMPSIA BERAT DAN KEHAMILAN NORMAL DI RSUP. H. ADAM MALIK MEDAN DAN RS JEJARINGNYAen_US
dc.description.abstractTujuan: mengetahui perbandingan kadar malondialdehid (MDA) pada preeklampsia berat dan kehamilan normotensi, dimana MDA merupakan salah satu pertanda adanya kerusakan endotel Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang (cross sectional study). Analisis variabel penelitian dengan metode analisis bivariat adalah Chi-square; Korelasi antara kadar MDA dengan kenaikan tekanan darah pasien yang merupakan data numerik dinyatakan dalam koefisien korelasi Spearman (r). Tempat penelitian adalah pada kamar bersalin dan unit rawat jalan ibu hamil Rumah Sakit H Adam Malik dan RS jejaringnya. Waktu penelitian adalah mulai Mei 2012 hingga jumlah sampel minimal terpenuhi. Besar sampel sebanyak 56 orang yaitu semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di klinik kebidanan dan ruang gawat darurat Rumah Sakit H Adam Malik dan RS jejaringnya. Kriteria inklusi meliputi hamil tunggal, primigravida maupun multigravida dengan usia kehamilan > 20 minggu, preeklampsia berat, kehamilan normotensi sebagai kontrol, kriteria eksklusi apabila penderita yang hasil darahnya rusak atau kesalahan prosedur pada saat pengambilan darah Hasil: Rerata (SD) usia kehamilan kelompok normotensi adalah 35,8 (3,36) minggu sedangkan rerata (SD) usia kehamilan kelompok preeklampsia adalah 34,6 (3,5) minggu (p=0,193). Kejadian preeklampsia pada primigravida sebanyak 11 (19,6%) orang dan pada ibu hamil normotensi sebanyak 12 (21,4%) orang. Kejadian preeklampsia pada multigravida sebanyak 16 (28,6%) orang dan pada ibu hamil normotensi sebanyak 13 (23,2%) orang. Kejadian preeklampsia pada grandemultigravida sebanyak 1 (1,8) orang dan pada ibu hamil normotensi sebanyak 3 (5,4%) orang (p=0,508). Hasil penelitian ini juga menunjukkan kejadian preeklampsia pada nullipara sebanyak 11 (19,6%) orang dan ibu hamil normotensi sebanyak 13 (23,2%) orang. Kejadian preeklampsia pada multipara sebanyak 17 (30,4%) orang dan pada ibu hamil normotensi sebanyak 15 (26,8%) orang. Kejadian preeklampsia pada grandemultipara tidak dijumpai begitu juga dengan ibu hamil normotensi. (p=0,589). Kejadian abortus pada ibu hamil normotensi lebih tinggi dari pada preeklampsia sebanyak 6 (10,7%) orang sedangkan pada ibu hamil dengan preeklampsia sebanyak 3 (5,4%) orang (p=0,275). Latar belakang pendidikan pada kelompok preeklampsia berat terbanyak adalah tamatan SLTA sejumlah 12 (21,4%) orang, diikuti pendidikan dasar SD 7 (12,5%) orang, sarjana sebanyak 3 (5,4%) orang dan SMP sebanyak 6 (10,7%) orang. Sedangkan pada kelompok normotensi berlatar belakang pendidikan SLTA sebanyak 15 (26,8%) orang, SMP 7 (12,5%) orang, pendidikan dasar SD sebanyak 3 (5,4%) orang, dan sarjana sebanyak 3 (5,4%) orang (p=0,570). Rerata tekanan sistolik pada penderita preeklampsia adalah 181,78 mmHg (SD=9,4) dengan tekanan darah diastolik 98,57 mmHg (SD=5,9) (p<0,001). Rerata kadar MDA pada penderita preeklampsia berat adalah 3,88 nmol/ml (SD=0,1) sedangkan pada ibu hamil normotensi adalah 1,04 nmol/ml (SD= 0,05), p<0,001. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya korelasi derajat sangat kuat antara tekanan sistolik dan diastolik dengan kadar MDA (koefisien korelasi sistolik=0,879 dan diastolik=0,885) dimana tekanan darah diastolik mempunyai korelasi yang lebih kuat dari pada tekanan darah sistolik Kesimpulan: Rerata kadar MDA pada penderita preeklampsia berat adalah 3,88 nmol/ml (SD=0,1) sedangkan pada ibu hamil normotensi adalah 1,04 nmol/ml (SD= 0,05), hal ini menunjukkan bahwa kadar MDA lebih tinggi secara bermakna dibanding rerata kadar MDA pada ibu hamil normotensi dengan nilai p<0,001.en_US
dc.description.abstractObjective: to know the comparison of malondialdehyde (MDA) levels in severe preeclampsia and normotensive pregnancy, where MDA is one sign of endothelial damage. Methods: This study was cross-sectional study. Analysis of the study variables with bivariate analysis method is Chi-square; correlation between MDA with increased blood pressure patients are numerical data expressed in the Spearman correlation coefficient (r). The research was conducted on maternity and outpatient units of pregnant women Adam Malik Hospital and Sentinel Hospitals. The study was started in May 2012 until minimum sample size is met. The sample was 56 people that all pregnant women are examined pregnancy in obstetrics clinics and hospital emergency rooms of Adam Malik Hospital and Sentinel Hospitals. Inclusion criteria include single fetus, multigravida or primigravida with gestational age >20 weeks, severe preeclampsia, normotensive pregnancies as controls, exclusion criteria was damaged or faulty blood during blood sampling procedure. Results: The mean (SD) gestational age normotensive group was 35.8 (3.36) weeks, while the mean (SD) gestational age preeclampsia group was 34.6 (3.5) weeks (p = 0.193). Incidence of preeclampsia in primigravida were 11 (19.6%) and the normotensive pregnant women 12 (21.4%) peoples. Incidence of preeclampsia in multigravida were 16 (28.6%) and the normotensive pregnant women were 13 (23.2%) peoples. Incidence of preeclampsia in grandemultigravida 1 (1.8) and the normotensive pregnant women 3 (5.4%) peoples (p = 0.508). The results also showed the incidence of preeclampsia in nullipara were 11 (19.6%) and the normotensive pregnant women were 13 (23.2%) peoples. Incidence of preeclampsia in multiparas were 17 (30.4%) peoples and in normotensive pregnant women 15 (26.8%) peoples. Incidence of preeclampsia in grandemultipara not found as well as normotensive pregnant women. (P = 0.589). Incidence of abortion in normotensive pregnant women is higher than in preeclampsia 6 (10.7%) while those in pregnant women with preeclampsia 3 (5.4%) peoples (p = 0.275). Educational background on the most severe preeclampsia are senior high school graduates a total of 12 (21.4%) people, followed by primary school 7 (12.5%) people, scholars 3 (5.4%) and the junior high school 6 (10 , 7%) peoples. While at the high school educational background normotensive by 15 (26.8%) people, junior high school 7 (12.5%) people, primary school 3 (5.4%) people, and scholars 3 (5.4% ) people (p = 0.570). The mean systolic blood pressure in patients with preeclampsia is 181.78 mm Hg (SD = 9.4) with a diastolic blood pressure of 98.57 mm Hg (SD = 5.9) (p <0.001). Mean MDA levels in patients with severe preeclampsia was 3.88 nmol / ml (SD = 0.1) whereas the normotensive pregnant women was 1.04 nmol / ml (SD = 0.05), p <0.001. Spearman correlation test results showed a very strong correlation between the degree of systolic and diastolic pressure with MDA levels (correlation coefficient = 0.879 systolic and diastolic = 0.885) in which the diastolic blood pressure is more strongly correlated than the systolic blood pressure. Conclusions: The mean levels of MDA in patients with severe preeclampsia was 3.88 nmol / ml (SD = 0.1) whereas the normotensive pregnant women was 1.04 nmol / ml (SD = 0.05), indicating that MDA levels more significantly higher than average levels of MDA in normotensive pregnant women with a p value <0.001.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectmalondialdehydeen_US
dc.subjectsevere preeclampsiaen_US
dc.subjectnormotensive pregnancyen_US
dc.titlePerbandingan Kadar Malondialdehid (Mda) Pada Preeklampsia Berat Dan Kehamilan Normal DI RSUP. H. Adam Malik Medan Dan RS Jejaringnyaen_US
dc.typeLecture Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record