Show simple item record

dc.contributor.advisorSitepu, Makmur
dc.contributor.advisorMarpaung, Johny
dc.contributor.authorPutri, Riske Eka
dc.date.accessioned2014-06-04T03:16:07Z
dc.date.available2014-06-04T03:16:07Z
dc.date.issued2014-06-04
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/41356
dc.descriptionRISKE EKA PUTRIen_US
dc.description.abstractTujuan penelitian : Untuk Mengetahui perbandingan ketebalan amnion pada persalinan dengan Ketuban Pecah Dini dan hamil normal di Departemen Obstetri dan Ginekologi FK.USU. Desain penelitian : Rancangan penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang (cross sectional), yang dilakukan di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP.H. Adam Malik Medan dan rumah sakit jejaring, dimulai pada Desember 2013 sampai jumlah sampel minimal terpenuhi. Hasil : Pada penelitian yang melibatkan 20 wanita dengan ketuban pecah dini dan 20 wanita sebagai kontrol, didapatkan kelompok kasus ketuban pecah dini terbanyak berada pada rentang usia 20-35 tahun yaitu 14 (32,6%), paling banyak terjadi pada paritas 1 dan lebih atau sama dengan 4 yakni 11 ( 25,6%) dan paling banyak terjadi pada usia kehamilan lebih atau sama dengan 37 minggu yakni 13 orang (32,5%). Pada 7 wanita dengan ketuban pecah dini yang memiliki riwayat merokok didapatkan rerata ketebalan selaput adalah 80,89 + 79,87 μm. Sedangkan pada 6 wanita dengan ketuban pecah dini yang memiliki riwayat keputihan didapatkan rerata ketebalan selaput adalah 82,51 + 70,47 μm, tetapi tidak dijumpai perbedaan yang signifikan antar berbagai variabel tersebut. Adapun tebal selaput ketuban pada wanita dengan ketuban pecah dini adalah 73,14 + 62,3 μm, lebih kecil dari tebal selaput ketuban wanita hamil normal yakni 118,09 + 61,68 μm, dengan p 0,028 ( p<0,05) dimana dijumpai perbedaan statistik yang signifikan. Sebaliknya, ketebalan selaput ketuban pada usia kehamilan preterm dan aterm masing-masing kelompok berbeda-beda, tetapi secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kesimpulan : Ketebalan selaput ketuban pada kasus ketuban pecah dini lebih tipis dibandingkan dengan kehamilan normal. Diperlukan penelitian dalam skala yang lebih besar lagi dan telaah lebih lanjut mengenai kandungan berbagai lapisan didalamnya agar predisposisi ketuban pecah dini dapat diwaspadai sebelumnya.en_US
dc.description.abstractObjective : To determine the difference of the membrane thickness between women with premature rupture of membrane and normal pregnancy at the Department of Obstetrics and Gynecology FK.USU - Dr. H. Adam Malik Medan. Methods : The study design was an observational study with cross-sectional design (cross-sectional), performed at the Department of Obstetrics and Gynecology RSUP.H. Adam Malik Medan and satellite hospital, began in December 2013 until minimum sample achieved. Result : In a study involving 20 women with premature rupture of membranes and 20 women as control group, most cases of premature rupture of membranes are in the age range of 20-35 years, 14 cases ( 32.6 % ) , most commonly in parity 1 and greater than or equal with 4, 11 cases ( 25.6 % ) and least, commonly in gestational age greater than or equal to 37 weeks, 13 cases ( 32.5 % ) . In 7 women with premature rupture of membranes which have a history of smoking have an average thickness of the membrane 80,89 + 79,87 μm. While the 6 women with premature rupture of membranes with a history of vaginal discharge obtained a mean thickness of the membrane 82,51 + 70,47 μm, but found no significant differences between all variables. The thickness of the membranes in women with premature rupture of membranes was 73,14 + 62,3 μm , smaller than the thickness of the membranes of normal pregnant women 118,09 + 61,68 μm, with p 0.028 ( p < 0.05 ) which found a statistically significant difference . In contrast , the thickness of the membranes at gestational age preterm and term of each group is variously different , but showed no statistically significant difference . Conclusion : The thickness of the membranes in cases of premature rupture of membranes is thinner than a normal pregnancy. Further research is needed on a larger scale and more study about the content of the various layers in it that predispose to premature rupture of membranes that should be aware before.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectpremature rupture of membraneen_US
dc.subjectamniotic membraneen_US
dc.subjectthicknessen_US
dc.titlePerbandingan Ketebalan Selaput Ketuban Pada Ketuban Pecah Dini dan Hamil Normalen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record