Show simple item record

dc.contributor.advisorAdnan, Adlin
dc.contributor.advisorIsranuri, Ikhwansyah
dc.contributor.advisorHerwanto, HR. Yusa
dc.contributor.authorSilitonga, Naek
dc.date.accessioned2014-05-28T07:51:06Z
dc.date.available2014-05-28T07:51:06Z
dc.date.issued2014-05-28
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/41303
dc.description087109009en_US
dc.description.abstractPendahuluan: Pada negara berkembang lebih dari sepertiga gangguan pendengaran disebabkan karena terpapar bising berlebihan. Intensitas kebisingan yang berbahaya jika melampaui 85 dB dan jangka waktu tertentu. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan besar kebisingan harian dan gangguan pendengaran pada pekerja diskotik A dan B di Kota Medan. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan rancangan studi potong lintang. Data diperoleh melalui proses wawancara, pemeriksaan telinga dengan otoskopi, kemudian diukur besar intensitas kebisingan dengan dosimetri dan pemeriksaan pendengaran dengan audiometri nada murni. Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan dosimetri terhadap pekerja yang memenuhi kriteria inklusi didapati 24 orang (47,1%) pekerja tidak mengalami gangguan pendengaran dan 27 orang (52,9%) menderita gangguan pendengangaran. Kesimpulan : Ada hubungan besar kebisingan harian terhadap fungsi pendengaran pekerja diskotik A dan B di Kota Medanen_US
dc.description.abstractIntroduction: In developing countries, more than one third of hearing impairments are due to excessive noise exposure that exceeds 85 dB for a period of time. Objective: To determine the correlation between daily noise exposure level and noiseinduced hearing loss among the employees of discotheque A and B in Medan. Methods: This study used analytic cross-sectional study design. The data were obtained through interview process, otoscopic examination, noise intensity level calculation by dosimetry, and pure tone audiometry. Results: The dosimetry examination towards the inclusion-fulfilled criteria employees obtained 24 samples (47,1%) were non hearing-impaired employees and 59 samples (53,6%) were hearing-impaired employees. Conclusion : There is a correlation between daily noise exposure level and hearing function among the employees of discotheque A and B in Medan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectDaily noise exposure levelen_US
dc.subjectnoise-induced hearing lossen_US
dc.subjectemployeeen_US
dc.subjectdiscothequeen_US
dc.titleIntensitas Kebisingan Harian Diskotik Dan Hubungannya Dengan Gangguan Pendengaran Pekerja (Studi Kasus Diskotik A Dan B Di Kota Medan)en_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record