Show simple item record

dc.contributor.advisorFachrudin, Khaira Amalia
dc.contributor.advisorSadalia, Isfenti
dc.contributor.authorPakpahan, Quitsyah Agnes
dc.date.accessioned2014-05-02T04:04:28Z
dc.date.available2014-05-02T04:04:28Z
dc.date.issued2014-05-02
dc.identifier.otherDedi Saputra
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/41006
dc.description100502194en_US
dc.description.abstractBid Ask Spread is the difference of ask-price and bid-price of shares on the capital market. Bid ask spread is a factor that can influence the investor decision whether hold or sell their shares and make profit from spread of ask price and bid price. This is indicates that the stock liquidity as reflected in the stock price, trading volume, stock return will affect bid ask spread. Bid ask spread will increase if the risk of stock is increase, such as the less liquidity of stock, the higher risk. The aim of this research are: (1) to discover the simultaneous and partial relationship between variables, stock price, trading volume, stock return toward bid ask spread, while before and after stock split, (2) to discover the difference of stock price while before and after stock split, (3) to discover the difference of trading volume while before and after stock split, (4) to discover the difference of stock return while before and after stock split, (5) to discover difference of bid ask spread while before and after stock split. There are 32 samples of companies that have registered on Indonesian Stock Exchange. Sample was taken by using some criteria such as the company was on stock split up and traded on 2008-2013. This research used daily data report from Indonesian Stock Exchange for six days while before and after stock split. The analysis method used multiple regression analysis and paired sample t test. The result showed that: (1)There is positive and significant influence between stock price, trading volume and stock return to bid ask spread, while before and after stock split. Stock price has a negative and significant influence to bid ask spread while before and after stock split. Trading volume has negative influence but not significant to bid ask spread while before and after stock split. Stock return has positive and significant influence to bid ask spread while before stock split. After stock split, stock return has negative influence but not significant to bid ask spread after stock split. (2) There is a significant difference of stock price, trading volume and bid ask spread while before and after stock split. (3) There is no significant difference of stock return while before and after stock split.en_US
dc.description.abstractBid Ask spread adalah selisih harga jual dan harga beli saham di pasar modal. Bid-ask spread merupakan faktor yang dipertimbangkan investor untuk mengambil keputusan apakah menahan atau menjual sahamnya dan mendapatkan keuntungan dari spread antara harga jual dan harga beli. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas saham yang tercermin dari harga saham, volume perdagangan dan return saham akan mempengaruhi bid ask spread suatu saham. Bid ask spread akan semakin besar apabila risiko yang dimiliki oleh suatu saham semakin besar, misalnya saham yang kurang likuid pasti memiliki risiko yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pengaruh dari variabel-variabel harga saham, volume perdagangan, return saham terhadap bid ask spread secara simultan ataupun parsial, baik pada masa sebelum dan sesudah stock split, (2) perbedaan antara harga saham pada masa sebelum dan sesudah stock split, (3) perbedaan antara volume perdagangan saham pada masa sebelum dan sesudah stock split, (4) perbedaan antara return saham pada masa sebelum dan sesudah stock split, dan (5) perbedaan antara bid ask spread pada masa sebelum dan sesudah stock split. Penelitian dilakukan pada 32 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik populasi sasaran, yaitu pada perusahaan terdaftar yang melakukan pemecahan saham naik selama periode 2008-2013. Penelitian menggunakan data harian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode enam hari sebelum dan sesudah stock split. Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dan Paired Sample T-test. Hasil penelitian menyimpulkan : (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara harga saham, volume perdagangan dan return terhadap bid ask spread baik pada masa sebelum dan sesudah stock split. Harga saham secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap bid ask spread baik pada masa sebelum dan sesudah stock split. Volume perdagangan saham mempengaruhi bid ask spread dengan arah berlawanan atau negatif dan tidak signifikan baik pada masa sebelum dan sesudah stock split. Sementara itu, return saham sebelum stock split berpengaruh positif dan signifikan terhadap bid ask spread sebelum stock split. Namun, pada masa sesudah stock split, return saham sesudah stock split berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap bid ask spread sesudah stock split, (2) terdapat perbedaan harga saham, volume perdagangan dan bid ask spread pada masa sebelum dan sesudah stock split, (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara return saham pada masa sebelum dan sesudah stock split,en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectStock Spliten_US
dc.subjectStock Priceen_US
dc.subjectTrading Volumeen_US
dc.subjectStock Returnen_US
dc.subjectBid Ask Spreaden_US
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bid Ask Spread Pada Masa Sebelum Dan Sesudah Stock Split Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2013en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record