Show simple item record

dc.contributor.advisorGinting, Meneth
dc.contributor.advisorEmalisa
dc.contributor.authorHasibuan, M. Iqbal Azhar
dc.date.accessioned2014-03-05T04:03:00Z
dc.date.available2014-03-05T04:03:00Z
dc.date.issued2014-03-05
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/39836
dc.description090304086en_US
dc.description.abstractUsaha peternakan di Indonesia didominasi oleh peternakan rakyat yang berskala kecil. Peternakan bukanlah suatu hal yang jarang dilaksanakan. Hanya saja skala pengelolaannya masih merupakan sampingan yang tidak diimbangi permodalan dan pengelolaan yang memadai. Beberapa peternak sapi potong melakukan usaha peternakan dengan pola kemitraan. Kemitraan ini sering disebut dengan sistem gado yaitu bentuk pemeliharaan dengan sistem kerjasama antar pemilik modal dan peternak. Beberapa peternak lainnya mengusahakan usaha ternak dari modal sendiri yang disebut usaha non gado. Perbedaan sistem usaha ini ternyata memiliki output dan input yang berbeda. Untuk menganalisis kondisi tersebut maka dilakukan penelitian terhadap 30 orang peternak usaha ternak sistem gado dan 30 orang peternak usaha ternak sistem non gado. Besar sampel ditentukan dengan berpedoman pada pendapat Roscoe. Data yang diperoleh dianalisis dengan rumus pendapatan dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Jumlah ternak sapi potong di Kabupaten Langkat mulai tahun 2007-2011 mengalami peningkatan jumlah populasi setiap tahun. (2) Terdapat perbedaan penggunaan input yaitu pada konsentrat, dimana pada usaha ternak sistem gado petania tidak ada yang menggunakan konsentrat untuk pakan ternak. (3) Pendapatan usaha ternak sapi potong sistem non gado lebih besar dibanding pendapatan usaha ternak sistem gado. (4) Tingkat pendidikan peternak sistem usaha non gado lebih tinggi (SMA sederajat) dibanding tingkat pendidikan peternak sistem usaha gado (SMP sederajat) dan jumlah ternak peternak sistem usaha non gado lebih banyak (3 ekor) dibanding jumlah ternak sistem usaha gado (2ekor). (5) Jumlah ternak berpengaruh nyata terhadap pendapatan sistem usaha ternak non gado dan sistem usaha ternak gado.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectSapi Potongen_US
dc.subjectUsaha Sistem Gadoen_US
dc.subjectUsaha Sistem Non Gadoen_US
dc.subjectPendapatanen_US
dc.subjectR/C Ratioen_US
dc.titleAnalisis Usaha Ternak Sapi Potong (Studi Kasus: Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record