Show simple item record

dc.contributor.advisorBangun, Sabariah
dc.contributor.authorSaragih, Lita
dc.date.accessioned2014-01-09T02:37:30Z
dc.date.available2014-01-09T02:37:30Z
dc.date.issued2014-01-09
dc.identifier.otherPriskilla
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/39562
dc.description090905052en_US
dc.description.abstractTulisan ini mengkaji mengenai kehidupan wanita pekerja yang sudah menikah dan memiliki anak melakukan peran ganda di sector domestic dan public yaitu di PT.Perkebunan Nusantara III. Peneliti tertarik memilih judul ini karena ingin melihat bagaimana perempuan membagi waktu antara urusan di sector domestic dan public dan ingin mengetahui permasalahan yang mungkin akan terjadi jika salah satu peran tersebut terbengkalai. Peneliti ingin mengetahui bagaimana perempuan melakukan strategi terhadap peran ganda yang dijalankannya agar seluruh pekerjaan yang dilakukan dapat seimbang. Penelitian ini dilakukan di Kandir PTPN III, yang berada di Jalan Sei Batang Hari No 2 Medan. PTPN III merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perkebunan khusunya kelapa sawit dan karet. PTPN III merupakan perusahaan yang didominasi oleh pekerja pria sebanyak 8:2. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Penelitian dilakukan secara holistic, berdasarkan informasi dan penjelasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah melalui wawancara dan observasi kepada wanita pekerja di kandir PTPN III bagian 3.12 dan juga berdasarkan studi pustaka sebagai referensi. Permasalahan yang dibahas adalalah pembagian waktu dalam menjalankan peran ganda yang dilakukan wanita pekerja di sector domestic dan public dan tantangan yang dihadapi wanita dalam menjalankan peran ganda tersebut. Tantangan wanita pekerja berasal dari keluarga maupun terhadap pekerjaannya di kantor. Sebagian ada juga yang juga memperkerjakan PRT namun tanggung jawab tetap di wanita jika urusan domestic tidak beres. Suami merupakan kepala keluarga di rumah sedangkan wanita merupakan kepala rumah tangga. Pengambilan keputusan di keluarga dilakukan oleh pria yang merupakan kepala keluarga, namun dalam pengambilan keputusan biasanya didiskusikan terlebih dahulu kepada istri maupun anak seperti contoh keputusan dalam menentukan dimana anak akan sekolah. Kesimpulannya adalah motivasi dan tujuan yang mendorong wanita untuk bekerja adalah faktor ekonomi. Wanita pekerja di PTPN III umumnya sudah bekerja sebelum mereka menikah. Kemudian setelah mereka menikah ditambah dengan keadaan suami yang berpenghasilan rendah sehingga tidak mampu menanggulangi kehidupan keluarga. Bahkan ada sebagaian istri yang berpenghasilan lebih memadai dibanding suami. Ada juga sebagian suami yang berpenghasilan cukup namun terdapat motivasi- motivasi lain yang membuat wanita berkiprah di sektor public. Motivasi lainnya seperti pendidikan wanita yang cenderung sudah tinggi sehingga membuat mereka ingin mengaplikasikan pendidikan tersebut dalam hal bekerja.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectDomestiken_US
dc.subjectPengambil Keputusanen_US
dc.titlePeran Perempuan di Sektor Domestik dan Sektor Publik ( Studi Kasus di PT.Perkebunan Nusantara III Medan)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record