Show simple item record

dc.contributor.advisorNazaruddin
dc.contributor.advisorMulyani, Sri
dc.contributor.authorNasution, Syahbana Filino
dc.date.accessioned2013-10-01T04:36:04Z
dc.date.available2013-10-01T04:36:04Z
dc.date.issued2013-10-01
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/38615
dc.description037007073en_US
dc.description.abstractSalah satu keberhasilan manajemen adalah kemampuan dalam membaca kemungkinan dan kesempatan di masa datang. Dalam akuntansi, kegiatan peramalan di masa datang masuk ke dalam bagian perencanaan. Perencanaan yang baik harus disertai kegiatan pengawasan. Pengawasan berarti melakukan penilaian atas pelaksanaan pekerjaan dengan membandingkan realisasi dengan anggaran. Biaya operasional berhubungan langsung dengan laba rugi, sehingga pengaturan biaya produksi, disamping menghemat cost, juga mendatangkan laba yang lebih besar kepada perusahaan. Agar perencanaan biaya operasional tersusun dengan baik, terlebih dahulu manajemen menyusun perencanaan atas elemen masing-masing biaya operasional. PKS Tg Seumantoh PTPN I (Persero) NAD merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit. Pengamatan awal yang penulis lakukan ditemukan bahwa pelaksanaan pengawasan yang berada di satu posisi (Kepala Tata Usaha) dan juga realisasi anggaran ada yang melebihi 4 kali dari perencanaan. Berdasarkan hal tersebut penulis melakukan penelitian berkaitan dengan analisis perencanaan dan pengawasan di PKS Tg Seumantoh, NAD, dimana penulis merumuskan permasalahan penelitian 1) faktor apa dari aspek perencanaan dan pengawasan yang mempengaruhi biaya operasional, dan 2) perbaikan apa yang diperlukan dalam rangka perencanaan dan pengawasan biaya operasional. Penelitian ini dibatasi dengan menggunakan teori perencanaan dan pengawasan, dilaksanakan di PKS Tg Seumantoh dan dengan menggunakan analisa metode exploratory dan conclusive untuk menjawab permasalahan penelitian diatas. Hasil penelitian menunjukkan dari 5 faktor-faktor perencanaan, ditemukan 2 faktor yang turut menyebabkan terjadinya inefisiensi biaya operasional yaitu: faktor lingkungan dan faktor sumber daya. Sedangkan dari 3 faktor-faktor pengawasan hanya 1 faktor yang turut menyebabkan terjadinya inefisiensi biaya operasional, yakni: faktor evaluasi. Adapun saran yang penulis ajukan berdasarkan hasil penelitian adalah pihak manajemen perlu mempelajari perkembangan ekonomi NAD, terlebih pengaruh situasi perpolitikan (menjelang pemilukada) yang sedikit banyaknya juga mempengaruhi perkembangan ekonomi NAD. Berikutnya KTU harus memiliki staf yang khusus mengurusi permasalahan keuangan perusahaan dan staff lainnya yang berperan sebagai pencatatan, sedangkan fungsi pengawasan bisa dilakukan sepenuhnya oleh KTUen_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectAnalisis Perencanaanen_US
dc.subjectPengawasanen_US
dc.subjectBiaya Operasionalen_US
dc.subjectPKS Tg Seumantoh PTP Nusantara I (Persero)en_US
dc.titleAnalisis Perencanaan dan Pengawasan Biaya Operasional pada PKS Tg Seumantoh PTP Nusantara I (Persero)en_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record