Show simple item record

dc.contributor.advisorSuryani, Anien_US
dc.contributor.advisorHambali, Erliza
dc.contributor.authorNurminah, Mimien_US
dc.date.accessioned2010-03-19T10:24:46Z
dc.date.available2010-03-19T10:24:46Z
dc.date.issued2008-04-24T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherJuli Handayanien_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/3851
dc.description06001561en_US
dc.description.abstractA surfactant is a surface-active agent that can be produced by a chemical or biochemichal synthesis. The main characteristic of a surfactant of having amphipilic molecules (head-tail configuration), meaning that it has polar and non-polar groups at the same molecule, has led to various applications of it in industries. Diethanolamide is a nonionic surfactant that used widely in cleaning products synthesized from coconut oil. To reduce dependency on coconut oil synthesized surfactant and to make palm kernel oil has higher value so we have an idea to produce diethanolamide from C12-palm kernel oil methyl ester. This research was aimed at obtaining the best condition for arnidation process to produce diethanolamide of C12-palm kernel oil methyl ester compared to comercial cocodiethanolamide. A completely factorial randomized design with three factors, the mol ratio of methyl ester and diethanolamine reactants, reaction temperature and reaction time, was used. Results showed that the best condition of arnidation process was obtained with the mol ratio of reactants of 1:2, reaction temperature of 160°C and reaction time of 4 hours.en_US
dc.description.abstractSurfaktan adalah senyawa pengaktif permukaan yang dapat diproduksi dari reaksi kimia atau biokimia. Ciri utama surfaktan adalah memiliki molekul ampifilik (konfigurasi kepala-ekor), yang berarti memiliki gugus polar dan nonpolar pada molekul yang sama, yang berperanan penting dalam berbagai aplikasi di industri. Dietanolamida yang disintesa dari minyak kelapa adalah surfaktan nonionik yang digunakan secara luas di dalam produk pembersih. Untuk mengurangi ketergantungan minyak kelapa untuk pembutan surfaktan dan untuk meningkatkan nilai minyak inti sawit, maka kami mempunyai ide untuk membuat dietanolamida dari metil ester dominan C12 minyak inti sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rasio mol reaktan, suhu dan lama reaksi untuk memproduksi dietanolamida dari metil ester dominan C12 minyak inti sawit yang lebih baik dari cocodietanolamida komersial. Untuk itu digunakan suatu Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga faktor, yaitu rasio mol reaktan (metil ester dan dietanolamina), suhu dan lama reaksi. Hasil menunjukkan bahwa kondisi yang terbaik dari proses amidasi diperoleh dari rasio mol reaktan 1:2, suhu reaksi 160°C dan lama reaksi 4 jam.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectsurfaktanen_US
dc.subjectdietanolamidaen_US
dc.subjectmetil esteren_US
dc.subjectminyak inti sawit; surfactanten_US
dc.subjectdiethanolamideen_US
dc.subjectmethyl esteren_US
dc.subjectpalm kernel oilen_US
dc.titleKajian Pengaruh Rasio Mol Reaktan, Suhu dan Lama Reaksi dalam Pembuatan Surfaktan Dietanolamida dari Metil Ester Dominan C12 Minyak Inti Sawiten_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record