Show simple item record

dc.contributor.advisorTarigan, Kelin
dc.contributor.advisorSebayang, Thomson
dc.contributor.authorSimanungkalit, Sry Julianty
dc.date.accessioned2013-09-11T08:59:11Z
dc.date.available2013-09-11T08:59:11Z
dc.date.issued2013-09-11
dc.identifier.otherPriskilla
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/38343
dc.description000304346en_US
dc.description.abstractMetode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif, analisis variansi satu arah (one way ANOVA), analisis Cobb-Douglass, R/C Ratio, Rol dan BEP. Dari hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Petani keramba di dierah penelitian dalam mengelola usahataninya melakukan 4 tahapan kegiatan. 2. Produktivitas keramba usahatani ikan keramba berdasarkan skala usaha berbeda nyata dengah Fhit=3,69 lebih besar dari Fu,bei=3,35. 3. Biaya produksi per m3 usahatani ikan keramba berdasarkan skala usaha berbeda nyata dengan Fhit=3,39 lebih besar dari FtaW=3,35. 4. Pendapatan bersih per m3 tidak berbeda nyata dengan Fhlt=2,99 lebih kecil dari Ftabe,=3,35. Disimpulkan tidak ada perbedaan nyata pendapatan bersih per m usahatani ikan keramba berdasarkan skala usaha. 5. Pendapatan tenaga kerja per m3 tidak berbeda nyata dengan Fhit=2,47 lebih kecil dari Ftaboi=3,35. Disimpulkan tidak ada perbedaan nyata pendapatan tenaga kerja per m3 usahatani ikan keramba berdasarkan skala usaha. 6. Pendapatan keluarga per m3 tidak berbeda nyata dengan Fh,t=2,24 lebih kecil dari Ftahci=3,35. Disimpulkan tidak ada perbedaan nyata pendapatan keluarga per m3 usahatani ikan keramba berdasarkan skala usaha. 7. Penggunaan input produksi yang digunakan oleh petani keramba belum optimal sehingga perlu penambahan input produksi pada usahatani ikan keramba daerah penelitian. 8. Berdasarkan nilai R/C ratio, usahatani ikan keramba layak dikembangkan di daerah penelitian kakena rata-rata nilai R/C secara keseluruhan sebesar 1,34. 9. Berdasarkan nilai Rol, usahatani ikan keramba layak dikembangkan karena nilai rata-rata Rol keseluruhan sampel sebesar 62 % lebih besar dari tingkat suku bunga. 10. Berdasarkan nilai Break Even Point, usahatani ikan keramba layak dikembangkan karena nilai rata-rata Break Even Point per sampel secara keseluruhan sebesar 250,77 kg dengan harga jual Rp 2.382.300,00.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectAnalisis Usahatani Ikan Kerambaen_US
dc.subjectBerdasarkan Skala Usahaen_US
dc.titleAnalisis Usahatani Ikan Keramba Berdasarkan Skala Usaha (Studi Kasus: Desa Sibagandmg, Kecamatan Insang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record