Show simple item record

dc.contributor.advisorSihombing, Luhut
dc.contributor.advisorHutajulu, A.T.
dc.contributor.authorSibarani, Mery Febrianti
dc.date.accessioned2013-09-10T07:56:28Z
dc.date.available2013-09-10T07:56:28Z
dc.date.issued2013-09-10
dc.identifier.otherPriskilla
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/38329
dc.description000304032en_US
dc.description.abstractKabupaten samosir merupakan salah satu sentra produksi bawang merah dan cabai merah. Namun sejak tahun 2002 usahatani bawang merah mengalami penurunan produksi akibat serangan hama dan penyakit seperti lalat liryomiza dan antraknose. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive dengan tujuan dan pertimbangan tertentu dan metode pengambilan sampel secara sensus. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan linier programming. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Input produksi pada usahatani bawang merah dan cabai merah antara lainrlahan, bibit, tenaga kerja, pupuk (Kandang, Urea, TSP,KCL, N PK, ZA Pupuk Daun) dan pestisida serta mulsa cukup tersedia di daerah penelitian 2. Berdasarkan hasil analisis optimasi melalui linier programming , penggunaan luas lahan, tenaga kerja dan biaya produksi terhadap pendapatan optimum belum optimal, - Komposisi luas lahan optimal untuk bawang merah seluas 0,07 Ha, dan cabai merah seluas 0,11 Ha dengan luas lahan yang tersedia 0,18 Ha. - Slack/ sisa tenaga kerja yang tidak terpakai sebesar 1,09 HKP yang optimal sebesar 32,35 HKP - Slack/sisa biaya produksi yang tidak terpakai sebesar Rp 137,8 yang optmal sebesar Rp 1.378.382 Besarnya pendapatan optimum yang direncanakan melalui linier programming diperoleh sebesar Rp 3.714.352 3. Usahatani bawang merah dan cabai merah mampu memberikan kesempatan kerja di daerah penelitian,dengan rata-rata penggunaan tenaga kerja pada bawang merah sebesar 8,55 HKP/musim tanam dan 115,54 H K P/ha, sedangkan pada cabai merah tenaga kerja sebesar 25,89 HKP/musim tanam dan 229,65 HKP/ Ha yang dipengaruhi tingkat pendidikan, jumlah tenaga kerja yang berusia produktif serta perbedaan jumlah penduduk pria dan wanita 4. Masalah-masalah yang dihadapi petani dalam usahataninya yaitu prosedur peminjaman modal, sarana transportasi yang kurang lancar dan perubahan iklim dan cuaca. 5. Upaya-upaya yang dilakukan petani dalam mengatasi masalah yang dihadapi pada usahataninya yaitu kebijakan koperasi simpan pinjam,melakukan kerjasama antara petani dan pemilik sarana transportasi dan penentuan jadwal penanaman.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectLinier Programmingen_US
dc.subjectUsahatani Bawang Merah Dan Cabai Merahen_US
dc.titleAnalisis Optimasi Melalui Linier Programming Pada Usahatani Bawang Merah Dan Cabai Merah Di Kabupaten Samosiren_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record