Show simple item record

dc.contributor.advisorDelyuzar
dc.contributor.advisorBetty
dc.contributor.authorRangkuti, Ina Farida
dc.date.accessioned2013-06-05T08:10:42Z
dc.date.available2013-06-05T08:10:42Z
dc.date.issued2013-06-05
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/38011
dc.description097108001en_US
dc.description.abstractLatar belakang : Rongga hidung dikelilingi oleh sinus paranasal yaitu sinus maksila, etmoid, frontal dan sfenoid. Umumnya sinus-sinus ini bermuara ke meatus medius rongga hidung. Oleh sebab itu pembahasan tumor rongga hidung tidak dapat dipisahkan dari tumor sinus paranasal karena keduanya saling berhubungan. Tumor sinonasal terbagi atas tumor jinak dan ganas, dengan angka kejadian sangat jarang, yaitu hanya 3% dari keganasan di kepala dan leher dan hanya sekitar 1% dari keganasan di seluruh tubuh, namun memiliki tipe gambaran histopatologi yang bervariasi. Keganasan yang tersering pada daerah sinonasal adalah squamous cell carcinomas (70%), dan diikuti oleh adenocarcinomas (10-20%), dengan predileksi tersering pada sinus maksila (70-80%), diikuti oleh sinus etmoid dan rongga hidung (20-30%), sedangkan sinus frontal dan sfenoid jarang dijumpai (kurang dari 1%). Sekitar 80% ditemukan pada usia 45-85 tahun dan insiden pada pria dua kali lebih sering dibandingkan pada wanita. Tujuan : Untuk mengetahui subtipe gambaran histopatologi tumor sinonasal dan distribusinya berdasarkan umur, jenis kelamin, dan lokasi pengambilan jaringan tumor di Instalasi Patologi Anatomi Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan tahun 2009-2011. Metode : Rancangan penelitian bersifat deskriptif dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling. Seluruh sampel penelitian sebanyak 43 kasus (yang memenuhi kriteria inklusi) periode 2009-2011 di Instalasi Patologi Anatomi Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan, kemudian dilakukan pembacaan ulang slaid oleh peneliti dan dua orang ahli Patologi Anatomi, kemudian ditentukan subtipe gambaran histopatologinya dan distribusinya berdasarkan umur, jenis kelamin, dan lokasi pengambilan jaringan tumor. Kesimpulan : Berdasarkan subtipe gambaran histopatologi, dijumpai tumor ganas lebih banyak dibandingkan tumor jinak, dan subtipe yang terbanyak pada tumor sinonasal jinak adalah inverted papilloma, sedangkan pada tumor sinonasal ganas adalah nonkeratinizing squamous cell carcinoma. Berdasarkan kelompok umur dan distribusi subtipe gambaran histopatologi berdasarkan kelompok umur, baik penderita tumor sinonasal jinak maupun ganas, paling banyak dijumpai pada kelompok umur 49-59 tahun. Berdasarkan jenis kelamin dan distribusi subtipe gambaran histopatologi berdasarkan jenis kelamin, penderita tumor sinonasal jinak lebih banyak dijumpai pada laki-laki, sedangkan penderita tumor sinonasal ganas lebih banyak dijumpai pada perempuan. Berdasarkan lokasi pengambilan jaringan dan distribusi subtipe gambaran histopatologi berdasarkan lokasi pengambilan jaringan, baik pada tumor sinonasal jinak maupun ganas, rongga hidung merupakan lokasi pengambilan jaringan yang paling sering.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjecttumor sinonasalen_US
dc.subjectgambaran histopatologien_US
dc.subjectumuren_US
dc.subjectjenis kelaminen_US
dc.subjectlokasi pengambilan jaringan tumoren_US
dc.titleGambaran Histopatologi Tumor Sinonasal di Instalasi Patologi Anatomi Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan Tahun 2009-2011en_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record