Show simple item record

dc.contributor.advisorAsfriyati
dc.contributor.advisorTukiman
dc.contributor.authorSebayang, Dina Mariana
dc.date.accessioned2013-05-21T01:47:35Z
dc.date.available2013-05-21T01:47:35Z
dc.date.issued2013-05-21
dc.identifier.otherHetty Gultom
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/37491
dc.description031000224en_US
dc.description.abstractMasalah perkawinan usia muda atau kehamilan usia muda menjadi masalah sosial yang banyak mendapat perhatian disiplin ilmu termasuk bagian kebidanan, karena risiko kehamilan yang tinggi akan meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. Bila masalah tersebut masih berjalan tentu sulit menciptakan suatu keluarga sesuai yang diharapkan. Risiko perkawinan usia muda akibat kurangnya kesiapan fisik maupun mental sehingga ibu yang melahirkan terlalu muda (< 20 tahun) akan menghadapi resiko kematian ibu dan bayi lebih tinggi dari pada ibu yang dewasa Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif yaitu untuk mendapatkan gambaran tentang remaja putri terhadap perkawinan usia muda di desa Marindal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2005, dengan alasan: belum pernah dilakukan penelitian sejenis serta banyaknya perkawinan usia muda (39,9%) pada tahun 2004 di desa tersebut. Hasil penelitian diketahui karakteristik remaja putri umumnya berusia antara 15- 17 tahun, tingkat pendidikan umumnya SMA/SMK, suku Jawa, agama Islam, penghasilan orang tua > Rp. 600.000,-. Persepsi tentang pengertian perkawinan menurut responden adalah ikatan lahir bathin antara pria dan wanita sebagai suami dan istri secara kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, bertujuan sebagai ikatan yang kekal, syaratnya harus matang fisik dan mental, pernah mendengar perkawinan usia muda dari media cetak, perkawinan usia muda adalah hubungan pertalian antara pria dan wanita pada usia yang amat muda, usia ideal dan menjadi target mereka untuk kawin adalah umur 20¬29 tahun. Persepsi tentang penyebab perkawinan usia muda menurut responden adalah kombinasi dari beberapa faktor, misalnya hamil sebelum menikah dan tidak sekolah lagi atau dijodohkan orangtua. Disamping itu perkawinan usia muda dapat diakibatkan faktor pendapatan, tingkat pendidikan dan pergaulan bebas. Persepsi tentang akibat perkawinan usia muda adalah terjadinya perceraian, kematian bayi, gangguan pada kehamilan, gangguan pada persalinan, dan kesejahteraan keluarga Kesimpulan penelitian adalah persepsi remaja putri di Desa Marindal I tentang pengertian perkawinan usia muda sesuai dengan yang tercantum dalam undang-undang perkawinan, termasuk tujuan perkawinan, syarat serta usia yang ideal untuk menjalani perkawinan demikian juga dengan persepsi tentang penyebab dan akibat perkawinan usia muda cukup baik. Disarankan peningkatan penyuluhan kepada remaja putri tentang perilaku yang baik sehingga terhindar dari tindakan yang dapat terjadinya perkawinan usia muda, serta dapat ditunjang dengan kurikulum kesehatan reproduksi di sekolah.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectMarriageen_US
dc.subjectWomanen_US
dc.subjectYoung Peopleen_US
dc.titlePersepsi Remaja Putri Tentang Perkawinan Usia Muda di Desa Marindal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2005en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record