Show simple item record

dc.contributor.advisorSuhaidien_US
dc.contributor.advisorArifen_US
dc.contributor.authorKandou, Alvina Carolynen_US
dc.date.accessioned2013-04-17T07:03:42Z
dc.date.available2013-04-17T07:03:42Z
dc.date.issued2011-06-14en_US
dc.identifier.otherFredo Hasugianen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/26049en_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/37030
dc.description050200295en_US
dc.description.abstractSetiap perang dan penjajahan pasti akan menimbulkan banyak korban.1 Diperkirakan 200 sampai 400 ribu perempuan Asia berusia 13 hingga 25 tahun dipaksa menjadi budak seks tentara Jepang.2 Selama Perang Dunia II sebanyak 200.000 perempuan Cina, Taiwan, Filipina, Singapura, Myanmar, Indonesia, Malaysia, Korea, dan Belanda dijadikan budak seksual militer Jepang sepanjang tahun 1931-1945.3 Jumlah tersebut juga termasuk 10.000-15.000 perempuan Indonesia yang dipekerjakan untuk melayani kebutuhan seksual 280.000 tentara Jepang yang menduduki Indonesia pada saat itu.4 Mereka diharuskan untuk memenuhi kebutuhan biologis seksual tentara militer Jepang dalam jumlah yang besar. Bukan saja mengalami perkosaan secara sistematis, mutilasi, bahkan hingga pembunuhan. Perempuan-perempuan ini biasa disebut dengan Comfort Women atau Jugun Ianfu.5en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectHukum Internasionalen_US
dc.subjectLegalitas Women’s International War Crimes Tribunalen_US
dc.titleTinjauan Hukum Internasional Terhadap Legalitas Women’s International War Crimes Tribunal Sebagai Lembaga Penyelesaian Kejahatan Perang Yang Dilakukan Oleh Tentara Militer Jepang Terhadap Comfort Women.en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record