Show simple item record

dc.contributor.advisorAriefen_US
dc.contributor.authorSrikandi, Putri Dhihin Titisen_US
dc.date.accessioned2013-04-17T07:02:18Z
dc.date.available2013-04-17T07:02:18Z
dc.date.issued2009-05-15T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherFranzen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/12916en_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/36897
dc.description09E00884en_US
dc.description.abstractAnak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus mendapatkan perlindungan khusus yang dapat menjamin terpenuhinya hak asasi mereka. Perlindungan Hak Asasi Anak telah dirumuskan dalam Konvensi Hak Anak PBB yang didalamnya terdapat Perlindungan Anak dari Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA). ESKA adalah Sebuah pelanggaran mendasar terhadap hak-hak anak. Pelanggaran tersebut terdiri dari kekerasan seksual oleh orang dewasa dan pemberian imbalan dalam bentuk uang tunai atau barang terhadap anak, atau orang ketiga, atau orang-orang lainnya. Anak tersebut diperlakukan sebagai sebuah objek seksual dan sebagai objek komersial. Skripsi ini menggunakan metode library research yakni tinjauan kepustakaan untuk mengambil data-data dalam penyusunan skripsi. Konvensi Hak Anak PBB memberikan bentuk ESKA sebagai penyalahgunaan seksual dan Trafiking, sedangkan ECPAT internasional menyatakan ESKA terdiri dari pelacuran anak, pornografi anak, perdagangan anak, pariwisata seks anak, perkawinan anak. Untuk mengoptimalkan perlindungan hak asasi anak dari ESKA, protokol tambahan konvensi hak anak PBB menambah bentuk ESKA menjadi penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak. Tetapi belum ada pengaturan mengenai perkawinan anak serta pariwisata seks anak dalam protokol ini, tidak adanya defenisi yang konkrit mengenai pariwisata seks anak dan perkawinan anak atau pernikahan usia dini sangat menyulitkan berbagai pihak khususnya negara yang berkewajiban untuk memberikan batasan mengenai pelanggaran terhadap pariwisata seks anak dan pernikahan usia dini, apalagi kejahatan ESKA ini termasuk dalam kejahatan lintas batas negara. PBB dapat berpedoman pada defenisi pariwisata seks anak dan pernikahan usia dini yang telah dibuat oleh ECPAT internasional untuk lebih memudahkan PBB merevisi ulang protokol tambahan konvensi Hak Anak ini. Revisi ulang terhadap protokol tambahan PBB merupakan salah satu bentuk perlindungan hak Asasi Anak dari ESKA.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectperlindungan hak asasi anaken_US
dc.subjecteksploitasi seksual komersial anak (eska)en_US
dc.subjectprotokol tambahan konvensi hak anak pbben_US
dc.titlePerlindungan Hak Asasi Anak Dari Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) Berdasarkan Protokol Tambahan Konvensi Hak Anak PBBen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record