Show simple item record

dc.contributor.advisorProf. Dr. Tan Kamello, SH. M.Hum; Sinta Uli, SH. M.Humen_US
dc.contributor.authorIbnu Affanen_US
dc.date.accessioned2013-04-17T07:01:11Z
dc.date.available2013-04-17T07:01:11Z
dc.date.issued2008-04-24T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherSindiana Wulansarien_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/13283en_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/36808
dc.description000222068en_US
dc.description.abstractBagaimana peranan arbitrase di dalam sistem hukum Indonesia, proses pemeriksaanya maupun pelaksanaan putusan arbitrase tentunya perlu diteliti dan dipelajari untuk mengetahui dan memahami secara lebih mendalam mengenai peranan arbitrase di dalam sistem hukum Indonesia dengan melakukan analisis terhadap proses pemeriksaan sengketa dalam arbitrase maupun pelaksanaan putusannya dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan tentang arbitrase secara luas. Dalam rangka mencari jawaban terhadap berbagai permasalahan tersebut di atas tentunya dilakukan suatu penelitian untuk mendapatkan data primer maupun sekunder baik dengan cara penelitian kepustakaan yaitu dengan cara membaca, mempelajari dan mengutip literatur yang ada hubungannya dengan arbitrase maupun dengan melakukan penelitian lapangan yaitu : penelitian dengan cara melihat secara langsung proses persidangan arbitrase tersebut. Sesungguhnya hadirnya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Altematif Penyelesaian Sengketa telah memberi angin segar bagi kalangan dunia usaha karena undang-undang tersebut telah secara jelas mengatur mengenai ketentuan arbitrase mulai dari tata cara, prosedur kelembagaan, syarat-syarat maupun pelaksanaan putusan arbitrase itu sendiri. Peranan arbitrase dalam menyelesaikan sengketa di dalam dunia usaha perdagangan dewasa ini semakin banyak dibutuhkan dan diminati oleh kalangan pelaku bisnis. Hal ini bukan semata-mata karena cepat dan efesiensinya proses persidangan melalui arbitrase akan tetapi juga karena kurangnya kepercayaan kalangan dunia uasaha dan para pelaku bisnis terhadap lembaga peradilan umum yang ada. Pranata penyelesaian sengketa altematif pada dasamya merupakan suatu bentuk penyelesaiaan sengketa di luar pengadilan yang didasarkan pada kesepakatan para pihak yang bersengketa yang bersifat suka rela dan tidak dapat dipaksakan oleh salah satu pihak kepada pihak lain. Walaupun demikian sebagai suatu perjanjian altematif penyelesaian sengketa di luar pengadilan, kesepakatan ini mengikat dalam sistem hukum positif yang berlaku.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjecthukum tentang arbitraseen_US
dc.titlePeranan Arbitrase Dalam Penyelesaian Sengketa Dagang Menurut Undang-Undang no.30 Tahun 1999en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record