Show simple item record

dc.contributor.advisorDr. Tan Kamello, SH. MS.; Syamsul Rizal, SH. M.Hum.en_US
dc.contributor.authorHendra Hot Gunawan Sinagaen_US
dc.date.accessioned2013-04-17T07:00:50Z
dc.date.available2013-04-17T07:00:50Z
dc.date.issued2008-07-09T00:00:00Zen_US
dc.identifier.otherRay Ansyari Margolangen_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/13238en_US
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/36765
dc.description000222059en_US
dc.description.abstractPada dasamya hak retensi ini tidak ada diatur secara tegas dalam suatu ketenruan undang-undang tersendiri tetapi ada disinggung sepintas dalam KUH Perdata berdasarkan penafsiran atas pasal 1139 ayat 6, pasal 1616 dan pasal 1729, yang dipakai terhadap pelaksanaan hak retensi dalam perjanjian jual beli secara angsuran. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana prosedur dalam penyelengaraan jual beli sepeda motor secara angsuran, apa yang menjadi dasar hukum dan bagaimana pelaksanaan hak retensi dalam perjanjian jual beli. Metode yang dipergunakan adalah metode study kepustakaan (library research) dan metode penelitian lapangan (field research). Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur, dasar hukum dan pelaksanaan hak retensi. Adapun manfaatnya secara teoritis yakni untuk pengembangan ilmu dan juga untuk pengembangan hukum perjanjian. Akibat hukum wanprestasi dalam perjanjian jual beli sepeda motor secara angsuran terhadap pemegang hak retensi maksudnya adalah pelaksanaan kewajiban yang tidak tepat pada waktunya dalam suatu persetujuan yang dibuat masing-masing pihak yang berjanji untuk mentaati apa yang tersebut dalam persetujuan atas kegiatan menjual dan membeli sepeda motor dengan pembayaran secara mengangsur yang berkenaan dengan pihak yang memegang hak untuk memegang banda hak milik orang lain sampai piutang atas benda itu dibayar lunas. Hak retensi yang berlaku meliputi perbuatan debitur yang tidak dapat melaksanakan kewajibannya untuk melunasi angsurannya sehingga kreditur berhak dengan pemberian kuasa untuk mengambil sepeda motor dan dapat menjual dengan baik di muka umum sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Kedudukan debitur hanya sebagai pemakai dan ia baru memperoleh hak milik dengan cara melunasi seluruh angsuran sepeda motor terhadap kreditur.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjecthukum perdata dagangen_US
dc.subjectretensien_US
dc.subjectjual belien_US
dc.subjectperjanjianen_US
dc.subjectangsuranen_US
dc.titlePelaksanaan Retensi Dalam Perjanjian Jual Beli Sepeda Motor Secara Angsuranen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record