Show simple item record

dc.contributor.advisorPujiono
dc.contributor.advisorKusdiyana, Eman
dc.contributor.authorSyafitri, Muhammad
dc.date.accessioned2013-03-16T05:43:05Z
dc.date.available2013-03-16T05:43:05Z
dc.date.issued2013-03-16
dc.identifier.otherHikayatul Isri
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/35361
dc.description070708034en_US
dc.description.abstractSastra adalah ekspresi diri kehidupan dengan media bahasa yang khas. Sastra merupakan tulisan bernilai seni mengenai suatu objek, khususnya kehidupan manusia dalam suatu negeri pada suatu masa. Suatu karya sastra selain mengandung unsur hiburan, juga mengandung unsur pendidikan dan pengajaran. Sebuah karya sastra fiksi ditulis oleh pengarang anatara lain untuk menawarkan model kehidupan yang diidealkan. Karya sastra dibedakan atas puisi, drama, dan prosa. Prosa merupakan jenis karya sastra bersifat paparan. Salah satu jenis prosa adalah komik. Komik “One Piece” karya Eiichiro Oda, yang merupakan salah satu komik yang digemari di Jepang. Komik “One Piece” menceritakan mengenai perjalanan Luffy dalam impiannya menjadi raja bajak laut ditemani beberapa anggotanya, Zoro sang pedekar pedang, Sanji sang koki, Usopp sang penembak jitu, Nami sang navigator, Chooper sang dokter, si pembuat kapal Franky, Robin sang arkeolog, dan juga Brook sang musisi. Komik “One Piece” ini sarat akan pesan-pesan moral. Pesan-pesan moral yang ditunjukkan dalam komik ini adalah moral hidup, yang menunjukkan sikap-sikap kepribadian moral yang kuat. Sikap kepribadian moral yang kuat ini terdapat dalam prinsip etika bushido, seperti halnya kejujuran sebagai suatu kekuatan resolusi, keberanian yang merupakan kemampuan untuk mengatasi Universitas Sumatera Utara setiap keadaan dengan keberanian dan keyakinan, kemurahan hati/kebajikan merupakan semangat dalam membangun pribadi kaum samurai dan mencegah mereka dalam berbuat sewenang-wenang, kesopanan yang berkenaan dengan prilaku yang pantas kepada orang lain, kesungguhan agar para samurai tidak semena-mena dalam menggunakan kekuasaan ataupun kekuatannya untuk hal-hal yang tidak wajar, kehormatan/harga diri yang mencerminkan bertambahnya pengalaman hidup dan reputasi, serta kesetiaan dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh tuannya. Komik tentunya mengandung penerapan moral dalam sikap dan tingkah laku para tokoh sesuai dengan pandangannya tentang moral. Dari segi moral, sastra bisa dipelajari dan ditelaah dengan menggunakan teori moral. Moral menyangkut hal-hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang baik sebagai kewajiban dan norma. Teori moral dalam sastra bertolak dari dasar pemikiran bahwa sastra dianggap sebagai suatu medium yang paling efektif membina orang dan kepribadian suatu kelompok masyarakat. Moral pada sebuah karya sastra biasanya dilihat dari segi etika dan kenyakinan, sehingga teori ini cenderung menjerumus kepada segi-segi nilai kepercayaan/keagamaan. Salah satu moral yang mengandung nilai-nilai keagamaan adalah moral Bushido. Moral ini bersumber dari suatu kepercayaan dengan sentuhan Shinto, Zen Budhisim, dan ajaran Konfisius. Moral Bushido, sebagai moral yang disanjung tinggi oleh masyarakat Jepang terdiri dari 7 unsur etika moral yaitu, kejujuran, keberanian, kebajikan, kesopanan, keadilan, kehormatan, dan kesetiaan. Kejujuran, yaitu kekuatan pasti pada setiap langkah tanpa keragu-raguan. Universitas Sumatera Utara Membuat keputusan yang benar dengan alasan yang tepat, yaitu Luffy adalah orang yang memiliki sifat jujur dan selalu berjalan di atas jalan yang ia yakini. Keberanian, yaitu kemampuan untuk mengatasi setiap keadaan dengan kenyakinan yang pasti, yaitu Luffy dengan berani memutuskan untuk menyatakan perang terhadap Pemerintahan Dunia saat menyelamatkan Robin, bahkan ketika agen pemerintah CP9 menghalangi perjalanannya, sedikitpun keberaniaannya tidak ciut. Dia telah siap untuk menghadapi resiko yang akan dihadapinya nantinya. Kebajikan, yaitu sikap mau memberi kasih ataupun memberikan perlindungan dan membela kaum yang lemah yang diperlakukan secara tidak adil, yaitu saat Sanji menolong Gin yang kapalnya telah dihancurkan oleh bajak laut dengan memberikannya makanan, bahkan makanan tersebut diberikan dengan cuma-cuma oleh Sanji. Kesopanan, yaitu sikap menghormati semua orang. Menghargai orang sebagai martabat individu yang berharga, yaitu Luffy tidak pernah menganggap rendah setiap anggotanya, bahkan ia juga selalu bergantung pada anggotanya. Sekalipun Luffy telah terpandang, namun ia tetap menunjukkan sikap sopannya kepada anggotanya. Keadilan, yaitu kemampuan untuk membuat keputusan yang benar, bersikap sama kepada semua orang tanpa melihat status, yaitu Luffy menunjukkan keadilan dengan memutuskan menyelamatkan Smoker yang sebenarnya merupakan Angkatan Laut yang ingin menangkap Luffy. Universitas Sumatera Utara Kehormatan, yaitu penghargaan oleh hasil kerja, yaitu walaupun kalah, Zoro masih memegang kuat kehormatannyanya sebagai seorang pendekar pedang. Kesetiaan, yaitu sikap rela hati untuk melaksanakan tanggung jawab yaitu saat Zoro rela menggantikan nyawa Luffy, kaptennya yang telah dikalahkan oleh Kuma di Floriant Triangle. Kerelaan hatinya menunjukkan sikap setianya terhadap kaptennya yang telah dianggapnya sebagai tuannya. Dari hasil analisis cuplikan komik One Piece dapat disimpulkan bahwa Eiichiro Oda sebagai pengarang, melalui para tokoh ceritanya, ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi hendaknya bisa memahami pentingnya nilai-nilai kepribadian moral sehingga dengan itu, manusia akan lebih bisa bersikap baik dan benar, dan mampu menghadapi setiap hal dalam kehidupan ini secara bijak.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectAnalisisen_US
dc.subjectPesan Moralen_US
dc.subjectKomiken_US
dc.subjectEiichiro Odaen_US
dc.titleAnalisis Pesan Moral Dalam Komik One Piece Karya Eiichiro Odaen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record