Show simple item record

dc.contributor.advisorSilalahi, Jansen
dc.contributor.authorHardisa, Siti Elsa Tri
dc.date.accessioned2012-11-30T08:39:44Z
dc.date.available2012-11-30T08:39:44Z
dc.date.issued2012-11-30
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/34609
dc.description082410063en_US
dc.description.abstractDiterimanya suatu pangan oleh masyarakat yang dipengaruhi dari sifat estetika seperti rasa, warna, bau, dan tekstur. Rasa juga bergantung pada selera dan bau. Tanpa ada rasa, rasa pangan terasa hambar karena membedakan kemanisan, rasa asin, keasaman, rasa pahit, atau kombinasi keempat rasa, hanya bisa dengan penasaran. Lidah adalah organ tubuh yang dapat membedakan rasa. Rasa manis dapat dirasakan pada ujung sebelah luar lidah. Rasa manis dihasilkan oleh berbagai senyawa organik, termasuk alkohol, glikol, gula, dan turunan gula. Sukrosa adalah bahan pemanis pertama yang digunakan secara komersial karena pengusahaannya paling ekonomis. Sekarang telah banyak diketahui bahwa bahan alami maupun sintetis mempunyai rasa manis. Bahan pemanis tersebut termasuk karbohidrat, protein, maupun senyawa sintetis yang bermolekul sederhana dan tidak mengandung kalori seperti bahan pemanis alami (Winarno, 1994).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKue Keringen_US
dc.subjectSiklamaten_US
dc.titleIdentifikasi Siklamat Pada Kue Kering Dengan Reaksi Pengendapanen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record