Show simple item record

dc.contributor.advisorBakti, Darma
dc.contributor.advisorMa'aruf, Erwin
dc.contributor.authorTampubolon, Dominggo Topan Bonifacius
dc.date.accessioned2012-05-07T02:50:02Z
dc.date.available2012-05-07T02:50:02Z
dc.date.issued2012-05-07
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32748
dc.description980302010en_US
dc.description.abstractThis research use Complete Random Device is non factorial consist of 4 treatment 5 restating, that is : VO ( control), VI ( Suspensi 10 virus infection larva / water 1), V2 ( Suspensi 20 virus infection larva / water 1) and V3 ( Suspensi 30 virus infection larva / water 1). Parameter perceived by Mortalitas larva, amount of formed imago and pupa ( % ). Result of research show it suspensi have an effect on reality to mortalitas, amount of formed imago and pupa ( % ). Virus Suspensi / water 1 have an effect on reality to larva mortalitas. Suspensi 30 infection larva / water 1 cause highest mortalitas compared to suspensi 20 and 10 virus infection larva / water 1. Virus Suspensi have an effect on to forming of imago and pupa. Suspensi 30 virus infection larva / water 1 obtained by death is amount of highest imago and pupa while at treatment without virus suspensi ( GV ) not happened death. Suspensi 30 virus infection larva more is effective compared to suspensi 20 and 10 virus infection larva/ water 1. Virus infection Granulosis until imago and pupa, so that still found dead pupa after perception larva. Larva symptom infection C. binotalis marked with tardy movement, activity eat to decrease and caterpillar colour turn into paleness green and terminated with black colouren_US
dc.description.abstractPenelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan, yaitu : VO ( kontrol ), VI ( Suspensi 10 larva terinfeksi virus /1 air ), V2 ( Suspensi 20 larva terinfeksi virus /1 air ) dan V3 ( Suspensi 30 larva terinfeksi virus /1 air ). Parameter yang diamati Mortalitas larva, jumlah pupa dan imago yang terbentuk (% ). Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya suspensi berpengaruh nyata terhadap mortalitas, jumlah pupa dan imago yang terbentuk ( % ). Suspensi virus /1 air berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva. Suspensi 30 larva terinfeksi /1 air menyebabkan mortalitas tertingi dibandingkan dengan suspensi 20 dan 10 larva terinfeksi virus /1 air. Suspensi virus berpengaruh terhadap pembentukan pupa dan imago. Suspensi 30 larva terinfeksi virus/l air diperoleh kematian jumlah pupa dan imago tertinggi sedangkan pada perlakuan tanpa suspensi virus ( GV ) tidak terjadi kematian. Suspensi 30 larva terinfeksi virus lebih efektif dibandingkan pada suspensi 20 dan 10 larva terinfeksi virus/ 1 air. Granulosis virus menginfeksi sampai pupa dan imago, sehingga masih ditemukan pupa yang mati setelah pengamatan larva. Gejala larva C. binotalis terinfeksi ditandai dengan pergerakan yang lambat, aktivitas makan berkurang dan warna ulat berubah menjadi hijau kepucatan dan diakhiri dengan warna hitam.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectEfektifitas Granulosis Virus (GV)en_US
dc.subjectHama Crocidolomia Binotalis Zell (Lepidoptera: Pyralidae )en_US
dc.subjectTanaman Kubis ( Brassica Oleracea)en_US
dc.titleUji Efektifitas Granulosis Virus ( GV ) terhadap Hama Crocidolomia binotalis Zell ( Lepidoptera :Pyralidae ) pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea) di Laboratoriumen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record