|
USU Institutional Repository »
Student Papers (SP) »
Social Sciences and Politics »
SP - Sociology »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32695
|
| Title: | Pola Relasi Gender dan Hak Reproduksi Perempuan Pada Keluarga Dalam Melaksanakan Program KB |
| Authors: | Atikah, Puteri |
| Advisors: | Sudarwati, Lina |
| Issue Date: | 3-May-2012 |
| Abstract: | Penulisan skripsi yang berjudul “Pola Relasi Gender dan Hak Reproduksi Perempuan Pada Keluarga Dalam Melaksanakan Program KB”. Latar belakang penelitian ini adalah karena saat ini isu kedudukan dan posisi sosial dalam masyarakat masih menomorsatukan kepentingan dan persfektif pria. Keharusan untuk menggunakan kontasepsi masih ditangan wanita, pengasuhan anak yang menjadi tanggung jawab pihak wanita. Adanya marjinalisasi kepentingan wanita, dan tindak kekerasan terhadap wanita.Para pengambil keputusan telah memproduksi alat kontrasepsi bagi perempuan lebih banyak macamnya daripada kontrasepsi bagi laki- laki. Ada beberapa jenis metode kontrasepsi yang diproduksi untuk perempuan, seperti pil, kondom, suntik, IUD, spiral, susuk dan tisu KB. Sedangkan alat kontrasepsi untuk pria hanya kondom dan vasektomi.
Seharusnya laki- laki dan perempuan sebagai warga negara mempunyai tanggung jawab yang sama dalam mengatasi masalah peledakan penduduk ini. Namun demikian, melalui fungsi reproduksi, perempuan dianggap menjadi penanggung jawab dalam masalah peledakan penduduk ini. Fakta ini menunjukkan bahwa ada kecenderungan di masyarakat bahwa perempuan yang harus menanggung tanggung jawab untuk menanggulangi masalah kependudukan. Badan dan kesehatan perempuan harus menjadi korban atas masalah kependudukan ini. Gambaran di atas menunjukkan adanya ketidakadilan gender pada perempuan.
Ketidakadilan gender ini terjadi secara umum, tidak hanya pada perempuan pribumi, tetapi juga pada perempuan Indonesia keturunan asing, salah satunya keturunan Tionghoa. Dalam tulisan ini digunakan kata Tionghoa yang sudah lazim digunakan untuk menyebut etnis Cina yang berada di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama, perempuan etnis Tionghoa mempunyai peran penting dalam membantu perekonomian keluarganya. Namun hal ini belum membebaskan perempuan Tionghoa dari budaya patriarkhi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, analisis data dan studi kepustakaan. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Tanjung Morawa Pekan, kabupaten Deli Serdang. Responden dalam penelitian ini merupakan masyarakat etnis Tionghoa yang berda pada usia subur, sudah menikah dan merupakan akseptor KB.
Hasil penelitian ini menunjukkan sudah mulai ada relasi gender yang setara dalam melaksanakan program KB dan pemenuhan hak reproduksi perempuan. Walaupun demikian perempuan sebagai istri lebih banyak dipilih untuk menggunakan alat kontrasepsi. |
| Keywords: | Pola Relasi Gender Hak Reproduksi Perempuan Program KB |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32695 |
| Appears in Collections: | SP - Sociology
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|