|
|
USU Institutional Repository »
Student Papers (SP) »
Agriculture »
SP - Agricultural Technology »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32646
|
| Title: | Kelayakan Pekerjaan Merontok Padi Sebagai Salah Satu Sumber Mata Pencaharian Petani ( Studi Kasus Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat) |
| Authors: | Ilham, Mhd. Taufik |
| Advisors: | Darun Soekirman |
| Issue Date: | 1-May-2012 |
| Abstract: | M H D. TAUFIK ILHAM, judul Kelayakan Pekerjaan Merontok Padi Sebagai Salah Satu Sumber Mata Pencaharian Petani ( Studi Kasus Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat), dengan Komisi Pembimbiag Ir. Darun, MSi. sebagai Ketua, dan Ir. Soekirman sebagai Anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pekerjaan merontok padi dengan menggunakan berbagai jenis thresher, fitinjau dari aspek teknis, sosial dan ekonomi. Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan nilai usaha jasa pedal thresher dengan power thresher sebagai alat perontok padi.
Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data primer dan data sekunder yang selanjutnya diolah untuk mengetahui kelayakan teknis, sosial dan ekonomis dari usaha j asa.
Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah : 1. Berdasarkan hasil analisis kelayakan teknis dapat disimpulkan :
- Berdasarkan komoditas yang diroatokkan maka usaha jasa pedal thresher merontokkan komoditi padi saja, sedangkan usaha jasa power thresher dapat merontokkan komoditi padi dan juga kedelai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua usaha jas mi layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai.
- Berdasarkan kondisi lahan di Kecamatan Hinai maka untuk usaha jasa pedal thresher tergolong pada kriteria baik sekali, sedangkan untuk usaha jasa usaha jasa power thresher togolong pada kriteria baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua asaha jasa ini layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai.
- Berdasarkan prasarana penunjang maka usaha jasa pedal thresher layak dilaksanakan di kecamatan Hinai, sedangkan usaha jasa power thresher tidak layak dilaksanakan di desa Suka Jadi tetapi di desa Paya Rengas, desa Baru dan desa Suka Damai usaha jasa ini layak dilaksanakan.
- Berdasarkan kapasitas rontokkan maka pedal thresher dan usaha jasa power thresher tergolong pada kriteria sedang yakni untuk pedal thresher 80 - 125 Kg/jam dan untuk power thresher 500 - 1200 Kg/jam, sehingga usaha jasa ini layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai.
2. Berdasarkan hasil analisis kelayakan sosial dapat disimpulkan :
- Ditinjau dari pemilik lahan maka kehadiran usaha jasa pedal thresher cukup bermanfaat sedangkan usaha jasa power thresher bermanfaat bagi pemilik lahan, sehingga kehadiran usaha jasa ini diterima atau dengan kata lain usaha jasa ini layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai.
- Ditinjau dari kesempatan kerja maka kehadiran usaha jasa pedal thresher menambah ketersediaan kesempatan kerja sedangkan usaha jasa power thresher kehadirannya sangat menambah kesempatan kerja, sehingga kehadiran kedua usaha jasa layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai.
3. Berdasarkan hasil analisis kelayakan ekonomi dapat di simpulkan:
- Analisis finansial dengan indikator NPVmenunjukkan bahwa usaha jasa pedal thresher layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai dengan nilai NPV sebesar Rp 259.702, dan usaha jasa power thresher juga layak
dilaksanakan di Kecamatan Hinai dengan NPV sebesar Rp 1.608.324, tetapi tidak layak dilaksanakan di desa Suka Jadi karena nilai NPV yang lebih kecil dari nol yakni Rp - 2.618.809.
- Analisis finansial dengan indikator IRR menunjukkan bahwa usaha jasa pedal thresher layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai dengan nilai [RR sebesar 80,99 %, dan usaha jasa power thresher juga layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai dengan IRR sebesar 38,01 %, tetapi tidak layak dilaksanakan di desa Suka Jadi karena nilai IRR yang lebih rendah dari tingkat suku bunga yang berlaku yakni 12 %.
- Analisis finansial dengan indikator Gross B/C Rasio menunjukkan bahwa usaha jasa pedal thresher layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai dengan nilai Gross B/C Rasio sebesar 2,1® dan usaha jasa power thresher juga layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai dengan nilai Gross B/C Rasio sebesar 1,018, tetapi tidak layak dilaksanakan di desa Suka Jadi karena niiai Gross B/C Rasio yang lebih kedi dari satu yakni 0,957.
4. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas maka usaha jasa power thresher di desa Suka Jadi layak dilaksanakan di Kecamatan Hinai apabila hasil rontokkan per
tahunnya sebesar 95.000 Kg atau upah jasa yang diterapkan sebesar Rp 195 per
I
5. Usaha jasa power thresher memberikan kontribusi bagi rumah tangga yang lebih besar yakni 16,7 % dibandingkan dengan usaha jasa pedal thresher yang hanya 1,74%.
Berdasarkan hasil penelitian di Kecamatan Hinai maka disarankan bahwa perlunya diberikan penyuluhan dan peiatihan mengenai alsintan kepada para PPL yang bertugas di kecamatan ini sehingga dapat memberikan penyuluhan dan peiatihan kepada petani pemilik alat (operator) sehingga dapat menggunakan alat dengan efektif, agar diperoleh keuntungan yang maksimal.
Disamping itu, agar usaha jasa ini bisa dijadikan sebagai sumber mata pencaharian utama, maka perlu ditingkatkan hari kerja per tahunnya dengan cara mencari upah rontokkan ke luar desa (daerah).
Dari hasii penelitian ini diharapkan petani dapat mempelajari bagaimana seharusnya menetapkan upah jasa dan berapa hasil rontokkan minimal agar usaha jasa ini layak dilaksanakan.
Diharapkan agar dapat dilakukan penelitian sejenis terhadap alat dan mesin pertanian lainnya agar dapat membuka pikiran petani tentang sumber mata pencaharian yang lain. |
| Keywords: | Merontok Padi Kelayakan Pekerjaan Sumber Mata Pencaharian Petani |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32646 |
| Appears in Collections: | SP - Agricultural Technology
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|