|
|
USU Institutional Repository »
Student Papers (SP) »
Public Health »
SP - Kesehatan Lingkungan Industri »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32605
|
| Title: | Penanganan Limbah Medis Pada Klinik Di Kota Medan Propinsi Sumatera Utara Tahun 2003 |
| Authors: | Achmad, Bachtiar |
| Advisors: | Naria, Evi Hasan, Wirsal |
| Issue Date: | 26-Apr-2012 |
| Abstract: | Kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan pada suatu klinik, akan dihasilkan buangan berupa limbah medis, baik dalam benluk padat maupun cair. Limbah medis yang dihasilkan bersifat infeksius dan dapat berakibat buruk bila tidak ditangani dengan baik dan benar sesuai dengan persyaratan kesehatan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: sumber-sumber limbah medis, kondisi sarana dan tenaga serta cara penanganan limbah medis pada klinik di kota Medan. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu un'uk mendapatkan gambaran yang jelas tentang penanganan limbah medis pada klinik di kota Medan, di mana data diperoleh dengan cara observasi langsung dengan petugas. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 66 klinik dari 191 klinik yang ada di kota Medan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Cluster Proportion Sampling.
Dari hasil peiitian yang dilakukan, limbah medis yang dihasilkan pada klinik di kota Medan berasal dari unit atau mangan pelayanan medis yaitu: dari ruangan rawat inap, ruang rawat jalan, ruang bersalin, ruang laboratorium dan ruang farmasi baik terapi pada pasien atau penunjang diagnostik. Sebanyak 58 klinik (87,8%) limbah padat medis langsung dipisahkan oleh petugas dan 8 klinik lagi (12,2%) tidak melakukan pemisahan limbah medis. Dari hasil penelitian, sebanyak 56 klinik (84,5%) tempat limbah medis telah memenuhi syarat, dan 10 klinik (15,5%) belum memenuhi persyaratan. Disamping itu sebanyak 44 klinik (67,4%) menggunakan tempat limbah medis yang dilapisi dengan kantong warna hitam, sedangkan 22 klinik (32,6%) lainnya tempat limbah medis tidak dilapisi dengan kantong plastik. Hanya di 3 klinik (4,5%) petugasnya pernah mendapat pelatihan khusus tentang cara penanganan limbah medis yang benar dan memenuhi syarat kesehatan dan 63 klinik (95,5%) lagi petugasnya tidak pernah mendapat pelatihan khusus. Seluruh klinik yang diteliti tidak memiliki alat pengangkut limbah, tidak menangani proses pemusnahan limbah medis sendiri dan seluruh limbah yang dihasilkan ditangani oleh Dinas Kebersihan kota Medan tanpa melakukan tindakan khusus terlebih dahulu. Seluruh klinik membuang limbah medis eair dalam septie tank yang disatukan dalam kotoran manusia (tinja) melalui saluran terbuka 17 klinik dan 49 klinik lagi melalui saluran tertutup.
Penanganan limbah medis pada klinik di kota Medan pada umumnya belum memenuhi persyaratan kesehatan yang telah ditentukan.
EHharapkan agar limbah medis yang di hasilkan oleh klinik ditangani secara khusus» seperti kantong plastik sebaiknya disesuaikan dengan jenis limbah medisnya, tempat limbah medis yang digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pengangkutan limbah medis tidak dilakukan secara manual, petugas yang ada diberi {«latihan khusus tentang cara penanganan limbah medis yang baik dan benar sesuai dengan persyaratan kesehatan. |
| Keywords: | Limbah Medis Limbah Klinik |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32605 |
| Appears in Collections: | SP - Kesehatan Lingkungan Industri
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|