Show simple item record

dc.contributor.advisorEyanoer, Harwinta F
dc.contributor.advisorTarigan, Lina
dc.contributor.authorSimon
dc.date.accessioned2012-04-20T04:48:07Z
dc.date.available2012-04-20T04:48:07Z
dc.date.issued2012-04-20
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32500
dc.description001000117en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran frekuensi dan tingkat keparahan kecelakaan kerja pada petugas fumigatoT kapal laut di Pelabuhan Laut Dumai-Riau dari Tahun 1999-2003. Populasi adalah seluruh petugas fumigator yang bekerja pada PT. Atlas Nusantara sebagai Badan Usaha Swasta yang ditunjuk untuk melaksanakan fumigasi dan digunakan sistem total sampling dalam penelitian ini. Dari penelitian, didapat bahwa kecelakaan yang terjadi berupa : ledakan gas HCN di tempat penyimpanan/penggudangan, tertimpa objek, jatuh tersandung/terpeleset, dan kecelakaan keracunan. Kecelakaan ledakan HCN terklasifikasi sebagai kritis (menimbulkan cidera berat, maupun kerusakan sistem yang berat) untuk sifat keparahannya, dan terklasifikasi sebagai langka (terjadi sekali) untuk sifat frekuensinya. Secara kumulatif dari kelima tahapan kerja (pemeriksaan tanda kehidupan tikus, persiapan fumigasi, pelepasan gas HCN, pembebasan gas HCN dan pengumpulan sisa kaleng HCN dan tikus yang mati), kecelakaan tertimpa objek memiliki nilai tertinggi untuk klasifikasi mengganggu (tidak menimbulkan cidera, maupun kerusakan sistem) untuk sifat keparahannya, dan memiliki nilai tertinggi untuk klasifikasi jarang (terjadi dua sampai tiga kali) untuk sifat frekuensinya. Kecelakaan jatuh terpeleset/tersandung memiliki nilai tertinggi untuk klasifikasi terbatas (menimbulkan cidera ringan, maupun kerusakan sistem ringan) untuk sifat keparahannya, dan memiliki nilai tertinggi untuk klasifikasi langka (terjadi sekali) untuk sifat frekuensinya. Kecelakaan keracunan memiliki nilai tertinggi untuk klasifikasi kritis (menimbulkan cidera berat maupun.kerusakan sistem yang berat) untuk sifat keparahannya, dan memiliki nilai tertinggi untuk klasifikasi langka (terjadi sekali) untuk sifat frekuensinya. Untuk mencegah agar kecelakaan kerja tidak terjadi maka perlu adanya penambahan jumlah fumigator untuk memastikan bahwa cahaya buatan benar-benar memadai saat fumigasi, pengawasan yang ketat terhadap penggunaan APD, dan perhatian yang baik terhadap barang-barang yang telah diubah tata letaknya.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKecelakaan Kerjaen_US
dc.subjectFrekuensien_US
dc.subjectTingkat Keparahanen_US
dc.subjectFumigatoren_US
dc.titleGambaran Frekuensi Dan Tingkat Keparahan Kecelakaan Kerja Pada Petugas Fumigator PT. Atlas Nusantara Dumai Di Pelabuhan Laut Dumai-Riau Tahun 1999-2003en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record