Show simple item record

dc.contributor.advisorLubis, Ria Masniari
dc.contributor.advisorAmra, Abdul Jalil Amri
dc.contributor.authorSrimuryani, Rieka
dc.date.accessioned2012-04-16T08:11:29Z
dc.date.available2012-04-16T08:11:29Z
dc.date.issued2012-04-16
dc.identifier.otherHetty Gultom
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32459
dc.description021000004en_US
dc.description.abstractISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Menurut Dirjen PPM dan PLP Depkes, ISPA adalah infeksi saluran pernafasan yang berlangsung tidak lebih dari 14 hari. Berdasarkan data WHO pada tahun 2000-2003, ISPA merupakan penyebab kematian nomor dua didunia pada bayi dan balita, dengan Proportional Mortality Kate (PMR) sebesar 19% setelah kematian neonatal 37%. Pada tahun yang sama, ISPA di Asia Tenggara juga menempati urutan nomor dua penyebab kematian pada bayi dan balita dengan Proportional Mortality Rate (PMR) sebesar 19%. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995 menunjukkan bahwa 29,5% penyebab utama kematian pada bayi dan balita adalah karena ISPA. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2005, jumlah kasus ISPA pada anak balita diseluruh wilayah puskesmas dan kerja rumah sakit yang ada di Kota Pekanbaru sebesar 39.069 kasus (50,57%) dari 77.260 jumlah anak balita yang ada di Kota Pekanbaru. Untuk mencegah terjadinya peningkatan angka kematian akibat ISPA, perlu dibuat suatu perencanaan. Perencanaan dibuat setelah mengetahui terlebih dahulu situasi dan kondisi dimasa datang. Untuk mengetahui hal tersebut perlu dilakukan peramalan. Peramalan merupakan perkiraan mengenai kejadian yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan penderita ISPA pada balita pada tahun 2001-2005 dan hasil ramalannya tahun 2006-2010 di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data berkala dengan trend (untuk peramalan jangka panjang) yang digunakan jika jumlah penderita ISPA pada balita dan waktu menunjukkan hubungan linear yang signifikan dan analisa data berkala dengan smoothing (untuk peramalan jangka pendek) jika jumlah penderita ISPA pada balita dan waktu menunjukkan hubungan linear yang tidak signifikan. Hasil ramalan yang diperoleh adalah jumlah penderita ISPA cenderung mengalami peningkatan baik ISPA secara keseluruhan, ISPA Bawah, ISPA Atas maupun Pneumonia pada balita. Dari hasil penelitian diharapkan dapat dipergunakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sebagai bahan masukan dalam perencanaan pencegahan peningkatan penderita ISPA dimasa yang akan datang dengan penyediaan pelayanan kesehatan yang cukup bagi penderita ISPA, penyediaan vaksinasi campak dan perbaikan status gizi balita.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectResponsibility infection in Childrenen_US
dc.subjectRespiratory Infectionen_US
dc.subjectHealthen_US
dc.subjectChildrenen_US
dc.titleAnalisa Tingkat Kecenderungan Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Balita Tahun 2001-2005 Untuk Peramalan Pada Tahun 2006-2010 Di Kota Pekanbaruen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record