USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » Master Theses (MT) » Law » MT - Kenotariatan »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32437


Title: Perkembangan Hukum Waris Pada Masyarakat Adat Besemah Di Kota Pagaralam Sumatera Selatan
Authors: Charlie, Dedy
Advisors: Sitepu, Runtung
Aprilyana S, Idha
Mulyadi, Mahmud
Issue Date: 14-Apr-2012
Abstract: Indigenous peoples embracing Besemah patrilineal kinship system, the right to inherit is the eldest son of full age and or family, while girls are not as heir. Legal consequences arising from this patrilineal system is, that the wife because the marriage (usually marriage with an honest system of money payments), expelled from his family, then came in and became her husband's family. Along with the times that are influenced by economic development, politics, science and technology, there is a desire to balance the rights and status of men and women, especially in terms of inheritance. Under the terms of customary inheritance there is an imbalance between the authority and rights of women and men. The situation is contrary to the provisions of Law no. 1 of 1974 on Marriage that recognizes the equal rights and status of every citizen of Indonesia, both men and women. Therefore it is necessary to research to find out pembahagian estate Besemah on indigenous peoples. Research sites are in the City Pagaralam (Dempo districts north, south Dempo and Center Dempo) Province of South Sumatra. This research is descriptive analytical approach using empirical done by juridical qualitative. And inferences made by the inductive approach. The results showed that basically girls and widows are not heirs to the indigenous peoples Besemah, they can only benefit from the use of plants and plants on land controlled by the eldest son. However, in some indigenous peoples Besemah, girls also get a share of inheritance if the economic needs are considered in need. In the majority of indigenous Besemah Muslim, Islam factor greatly affects the distribution of the estate who understand that in Islam there are equal rights, that every family (male or female) gets a particular part of religion in accordance with the provisions of the estate left by heir.
Abstract (other language): Masyarakat adat Besemah yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, yang berhak mewarisi adalah anak laki-laki tertua yang sudah dewasa dan/atau berkeluarga, sedangkan anak perempuan tidak sebagai ahli waris. Akibat hukum yang timbul dari sistem patrilineal ini adalah, bahwa istri karena perkawinannya (biasanya perkawinan dengan sistem pembayaran uang jujur), dikeluarkan dari keluarganya, kemudian masuk dan menjadi keluarga suaminya. Seiring dengan perkembangan zaman yang dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, terjadi keinginan untuk menyeimbangkan hak dan kedudukan laki-laki dan perempuan terutama dalam hal pewarisan. Menurut ketentuan waris adat terdapat ketidakseimbangan antara kewenangan dan hak kaum perempuan dan kaum laki-laki. Keadaan tersebut bertentangan dengan ketentuan UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengakui adanya persamaan hak dan kedudukan setiap warga negara Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan. Karena itu maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pembahagian harta warisan pada masyarakat adat Besemah. Lokasi penelitian adalah di Kota Pagaralam (kecamatan Dempo utara, Dempo selatan dan Dempo tengah) Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris dilakukan dengan cara kualitatif. Dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan pendekatan Induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya anak perempuan dan janda bukanlah ahli waris pada masyarakat adat Besemah, mereka hanya dapat menikmati hasil dari pemanfaatan tanaman dan tumbuhan di tanah yang dikuasai oleh anak lakilaki tertua. Akan tetapi, pada sebagian masyarakat adat Besemah, anak perempuan juga mendapat bagian harta warisan jika kebutuhan ekonominya dianggap membutuhkan. Pada masyarakat adat Besemah yang mayoritas beragama Islam, faktor agama Islam sangat mempengaruhi terhadap pembagian harta warisan yang memahami bahwa dalam Islam terdapat persamaan hak, yaitu setiap keluarga (lakilaki atau perempuan) mendapat bagian tertentu sesuai dengan ketetapan agama terhadap harta warisan yang ditinggalkan oleh pewaris.
Keywords: Growth
Hereditary Law
Custom of Besemah
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32437
Appears in Collections:MT - Kenotariatan

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover528.07 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract469.95 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I520.54 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapter II534.67 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III-V.pdfChapter III-V567.79 kBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference470.66 kBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.