|
|
USU Institutional Repository »
Student Papers (SP) »
Agriculture »
SP - Agricultural Technology »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32198
|
| Title: | Pengaruh Lama Dan Suhu Pengeringan Briket Biomassa Ampas Tebu Terhadap Kualitas Nilai Bakar Yang Dihasilkan |
| Authors: | Sitompul, Yetti Marlise |
| Advisors: | Daulay, Saipul Bahri Soekirman |
| Issue Date: | 7-Apr-2012 |
| Abstract: | Yetti Marlise Sitompul, "Pengaruh Lama Dan Suhu Pengeringan Briket Biomassa (Ampas Tebu) Terhadap Kualitas Nilai Bakar Yang Dihasilkan". Di bawah bimbingan : Ir. Saipul Bahri Daulay, M.Si sebagai ketua komisi pembimbing dan Ir. Soekirrnan sebagai anggota komisi pembimbing.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama dan suhu pengeringan briket biomassa (ampas tebu) terhadap kualitas nilai bakar yang dihasilkan. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor I yaitu . Lama Pengeringan (L) terdiri dari tiga taraf yaitu : Li = 4 jam, L2= 6 jam, L3 = 8 jam. Faktor II yaitu; Suhu Pengeringan (T) terdiri dari tiga taraf yaitu: Tj = 80 °C, T2 = 90 °C, T3 = 100 °C.
Pengamatan dan pengambilan data meliputi : Kadar Air (%), Kualitas Nilai Bakar (Kal/g), Kadar Abu (%), dan Kadar Karbon (%). Hasil penelitian dianalisa secara statistik, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut; 1. Kadar Air (%)
Perlakuan lama pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar air. Kadar air terendah diperoleh pada perlakuan L3 yaitu 4,06 % dan tertinggi pada perlakuan Li yaitu 5,13 %,
Perlakuan suhu pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar air. Kadar air terendah diperoleh pada perlakuan T3 yaitu 4,34 % dan tertinggi pada perlakuan Tj yaitu 4,79 %.
Interaksi perlakuan antara lama dan suhu pengeringan memberi pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap kadar air.
2. Kualitas Nilai Bakar (Kal/g)
Perlakuan lama pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kualitas nilai bakar. Kualitas nilai bakar terendah diperoleh pada perlakuan Li yaitu 3631,87 kal/g dan tertinggi pada perlakuanL3 yaitu 5479,05 kal/g.
Perlakuan suhu pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kualitas nilai bakar. Kualitas nilai bakar terendah diperoleh pada perlakuan T, yaitu 4237,18 kal/g dan tertinggi pada perlakuan T3 yaitu 4854,21 kal/g.
Interaksi perlakuan antara lama dan suhu pengeringan memberi pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap kualitas nilai bakar.
3. Kadar Abu (%)
Perlakuan lama pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar abu. Kadar abu terendah diperoleh pada perlakuan L3 yaitu 4,20 % dan tertinggi pada perlakuan Li yaitu 5,85 %.
Perlakuan suhu pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar abu. Kadar abu terendah diperoleh pada perlakuan T3 yaitu 4,83 % dan tertinggi pada perlakuan Ti yaitu 5,33 %.
Interaksi perlakuan antara lama dan suhu pengeringan memberi pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap kadar abu.
4. Kadar Karbon (%)
Perlakuan lama pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar karbon. Kadar karbon terendah diperoleh pada perlakuan Li yaitu 22,92 % dan tertinggi pada perlakuan L3 yaitu 31,03 %.
Perlakuan suhu pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar karbon. Kadar karbon terendah diperoleh pada perlakuan Ti yaitu 25,32 % dan tertinggi pada perlakuan T3 yaitu 28,09 %,
Interaksi perlakuan antara lama dan suhu pengeringan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kadar karbon. |
| Keywords: | Briket Biomassa (Ampas Tebu) Lama Pengeringan Suhu Pengeringan Kualitas Nilai Bakar |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32198 |
| Appears in Collections: | SP - Agricultural Technology
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|