|
USU Institutional Repository »
Student Papers (SP) »
Public Health »
SP - Ilmu Kesehatan Masyarakat »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32049
|
| Title: | Analisa Kecenderungan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Pada Bayi Dan Balita Tahun 2000-2004 Untuk Peramalan Pada Tahun 2005-2009 Di Kabupaten Simalungun |
| Authors: | Sitorus, Afrahul Fadila |
| Advisors: | Lubis, Ria Masniari Arma, Abdul Jalil Amri |
| Issue Date: | 27-Mar-2012 |
| Abstract (other language): | ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Menurut Dirjen PPM dan PLP Depkes, ISPA adalah infeksi saluran pernafasan yang dapat berlangsung tidak lebih dari 14 hari. ISPA merupakan penyebab utama kematian pada anak bayi dan balita di Indonesia Dari data mortalitas SKRT 1995 menunjukkan 20,9% kematian bayi disebabkan ISPA dan merupakan penyebab kematian nomor dua, sedangkan pada anak balita menunjukkan penyebab kematian nomor satu yaitu sebesar 21,9%. Pada SKRT 2001, prevalensi 10 kelompok penyakit utama, ISPA merupakan peringkat kedua pada bayi yaitu 38,7%, sedangkan pada anak balita menduduki peringkat pertama yaitu 42,2%. Di Kabupaten Simalungun pada tahun 2003, ISPA merupakan jenis penyakit utama yang jumlah penderitanya paling banyak dibandingkan penyakit utama lainnya.
Untuk mencegah terjadinya peningkatan angka kematian akibat ISPA, perlu dibuat suatu perencanaan. Perencanaan dibuat setelah mengetahui terlebih dahulu situasi dan kondisi di masa datang. Untuk mengetahui hal tersebut perlu dilakukan peramalan. Peramalan merupakan perkiraan mengenai kejadian yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan penderita ISPA dan ISPA berdasarkan klasifikasinya (pnemonia, pnemonia berat dan bukan pnemonia) pada bayi <1 tahun dan balita 1-4 tahun dan hasil ramalannya pada tahun 2005-2009 di Kabupaten Simalungun. Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data berkala dengan trend (untuk meramalkan jangka panjang) yang digunakan jika jumlah penderita ISPA dan waktu menunjukkan hubungan yang signifikan dan analisa data berkala dengan smoothing (meramalkan jangka pendek) jika jumlah penderita ISPA dan waktu menunjukkan hubungan yang tidak signifikan.
Hasil ramalan yang diperoleh jumlah penderita ISPA cenderung mengalami peningkatan, kecuali pnemonia berat pada balita 1-4 tahun. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan oleh Dinkes Kabupaten Simalungun sebagai bahan masukan dalam perencanaan pencegahan peningkatan penderita ISPA dimasa yang akan datang, penyediaan pelayanan kesehatan yang cukup di Puskesmas bagi yang telah menderita, memberikan keringanan biaya bagi masyarakat yang kurang mampu. |
| Keywords: | Data berkala ISPA |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/32049 |
| Appears in Collections: | SP - Ilmu Kesehatan Masyarakat
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|