Show simple item record

dc.contributor.advisorDharma, Surya
dc.contributor.advisorSanti, Devi Nuraini
dc.contributor.authorSusilawati
dc.date.accessioned2012-03-22T05:51:37Z
dc.date.available2012-03-22T05:51:37Z
dc.date.issued2012-03-22
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/31981
dc.description011000135en_US
dc.description.abstractUdara bersih dan sehat sangat mutlak diperlukan oleh manusia karena manusia setiap detik dalam hidupnya membutuhkan udara untuk bernafas. Tanpa udara bersih maka manusia akan terganggu terutama kesehatannya yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Kota Medan sebagai salah satu kota besar di Indonesia merupakan pusat industri dan perdagangan, padat lalu lintasnya dan banyak penduduknya. Besar kemungkinan ketiga faktor tersebut mempengaruhi kualitas udara di kola Medan. Untuk mengetahui gambaran kualitas udara di kota Medan, perlu diketahui trend (kecenderungan) lima parameter pencemar udara yaitu PMio, S02, CO, O3, dan N02 di empat lokasi pengukuran yaitu Kawasan Industri Medan, Teladan, Pinang Baris, dan Tembung. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif Data sekunder yang diperoleh akan diolah dengan metode kuadrat terkecil {least squared method) dan akan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Berdasarkan hasil penelitian didapat garis trend PM10 di daerah KIM dan Teladan cenderung meningkat, tetapi di daerah Pinang Baris dan Tembung cenderung menurun selama tahun 2002-2004. Garis trend S02 di empat stasiun cenderung meningkat selama tahun 2002-2004. Garis trend CO di empat stasiun cenderung menurun selama tahun 2002-2004. Garis trend 03 di daerah KIM cenderung meningkat, tetapi di daerah Teladan, Pinang Baris, dan Tembung cenderung menurun selama tahun 2002-2004. Garis trend N02 di empat stasiun cenderung menurun selama tahun 2002-2004. Secara umum kualitas udara di kota Medan masih dalam kategori baik. Walaupun demikian, laju pertambahan kendaraan bermotor dan aktivitas industri terus meningkat ditambah lagi jumlah penduduk semakin bertambah, maka disarankan Pemerintah Kota Medan harus terus melakukan pemantauan kualitas udara, dan menampilkan nilai ISPU dari masing-masing fix station sehingga dapat diketahui konsentrasi tertinggi dari tiap-tiap lokasi. Dengan demikian masyarakat memperoleh informasi kualitas udara ambien dengan mudah.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKualitas Udaraen_US
dc.subjectGaris Trenden_US
dc.titleTrend Beberapa Parameter Pencemar Udara Amhfea Pada Empat Fix Station (Stasiun Tetap) Pemantau Udara Di Kota Medan Tahun 2002-2004en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record