|
USU Institutional Repository »
Student Papers (SP) »
Public Health »
SP - Administrasi & Kebijakan Kesehatan »
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/31800
|
| Title: | Determinan Rujukan Persalinan Kegawatdaruratan Obstetri Oleh Bidan Praktek Swasta Di Kota Medan Tahun 2003 |
| Authors: | Zen, Elmiaty |
| Advisors: | Heldy BZ Zulfrendi |
| Issue Date: | 15-Mar-2012 |
| Abstract: | Keterlambatan rujukan persalinan pada kasus kegawatdaruratan obstetri dapat terjadi karena pasien tidak mau dirujuk dengan alasan keuangan atau menunggu keputusan keluarga, karena kurangnya pengetahuan bidan atau bidan melakukan spekulasi dalam menolong peralinan, bidan tidak mempergunakan partograf pada setiap pertolongan persalinan atau pasien tinggil didaerah terpencil. Masalah yang di dapat adalah denninan apa saja yang menyebabkan keterlambatan rujukan persalinan pada kasus kegawatdaruratan obstetri oleh bidan Secara umum penelitan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran determinan rujukan persalinan dengan kegawatdaruratan obstetri oleh bidan praktek swasta di Medan, khususnya untuk mengetahui detenrdnan ekonomi pasien, ketidakmauan pasien, spekulasi bidan dan penggunaan partograf pada setiap persaliruin
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2003 di Kotamadya Medan Penelitan ini adalah deskriptif kualitatif dengan tehnik wawancara mendalam terhadap 26 bidan yang melakukan praktek swasta di kota Medan di 6 (enam) Kecamatan urban/sub urban yaitu di Kecamatan Medan Labuhan, Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Medan Tembung dan data skunder diambil dari data-data yang berhubungan dengan penelitian. Tehnik Analisa data mempergunakan analisis domain hubungan semantic dan model penuturan uraian dalam kata atau kalimat.
Hasil penelitian menunjukkan bidan yang mengalami kendala dalam melakukan rujukan dengan alasan ekononomi (11,5%), bidan yang tidak mengalami kendala dalam merujuk (100%), bidan yang tidak mempergunakan partograf dalam menolong persalinan (92,3%) dan yang melakukan spekulasi dalam melakukan pertolongan persalinan (23,1%), namun tetap memjuk kasus kefasilitas yang lebih mampu. Tidak dijumpai kasus yang terlambat dirujuk karena bidan telah mempunyai ikatan kerjasama dengan dokter SpOG atau Rumah Sakit rujukan.
Agar bidan senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuannya dan organisasi profesi selalu mengadakan penyegaran dan peningkatan pengetahuan bidan, agar para bidan dapat memperoleh pengetahuan baru . |
| Keywords: | Bidan Determinan Rujukan |
| URI: | http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/31800 |
| Appears in Collections: | SP - Administrasi & Kebijakan Kesehatan
|
Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|
|