Show simple item record

dc.contributor.advisorRustam
dc.contributor.authorBatubara, Edi Oloan Putra
dc.date.accessioned2012-02-22T03:14:21Z
dc.date.available2012-02-22T03:14:21Z
dc.date.issued2012-02-22
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/31171
dc.description070503032en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menilai kesehatan keuangan Perusahaan Konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008, 2009, dan 2010. Rasio keuangan yang dipakai adalah Current Ratio, Return On Assets, dan Debt to Equity Ratio. Data yang digunakan adalah laporan keuangan yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purvosive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 6 perusahaan konstruksi. Model analisis yang digunakan adalah dengan metode Deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT. Adhi Karya (persero) Tbk, pada tahun 2008, 2009 dan 2010, memiliki Current Ratio yang tergolong kurang sehat karena nilainya berada dibawah 150%. Return On Asset pada tahun 2008 dan 2009, tergolong dalam kategori kurang sehat karena berada dibawah 6,5%. Dan pada tahun 2010 tergolong dalam kategori sehat karena berada di atas 6,5%. Rasio Utang Atas Modal pada tahun 2008, 2009 dan 2010, tergolong dalam kategori kurang sehat karena berada di atas 130%. PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, pada tahun 2008 dan 2009, memiliki Current Ratio yang tergolong sehat karena nilainya berada diatas 150%. Sedangkan pada tahun 2010, berada dalam kondisi kurang sehat karena berada dibawah150%. Return On Asset pada tahun 2008 dan 2010, tergolong dalam kategori sehat karena berada diatas 6,5%. Sedangkan pada tahun 2009 berada dalam kondisi kurang sehat karena berada dibawah 6,5%. Rasio Utang Atas modal pada tahun 2008, 2009 dan 2010, tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilai ini berada diatas 130%. PT. Total Bangun Persada Tbk, pada tahun 2008, memiliki Current Ratio yang tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada dibawah150%, sedangkan pada tahun 2009 dan 2010 tergolong dalam kategori sehat karena nilainya berada di atas 150%. Return On Asset pada tahun 2008, tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada dibawah 6,5%. Sedangkan pada tahun 2009 dan 2010, tergolong dalam kategori sehat karena nilainya berada diatas 6,5%. Rasio Utang Atas Modal pada tahun 2008, 2009 dan 2010, tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada diatas 130%. PT. Wijaya Karya (persero) Tbk, pada tahun 2008, 2009 dan 2010, memiliki Current Ratio yang tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada dibawah 150%. Return On Asset pada tahun 2008 dan 2009 tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada dibawah 6,5%. Sedangkan pada tahun 2010, tergolong dalam kategori sehat karena nilainya berada di atas 6,5%. Rasio Utang Atas Modal tahun 2008, 2009 dan 2010, tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada di atas 130%. PT. Duta Graha Indah Tbk tahun 2008, 2009 dan 2010, memiliki Current Ratio yang tergolong dalam kategori sehat karena nilainya berada diatas 150%. Return On Asset pada tahun 2008 dan 2009, tergolong dalam kategori sehat karena nilainya berda diatas 6,5%. Sedangkan pada tahun 2010, tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada dibawah 6,5%. Rasio Utang Atas Modal tahun 2008, 2009 dan 2010, tergolong dalam kategori sehat karena nilainya berada dibawah 130%. PT. Surya Semesta Internusa Tbk pada tahun 2008, 2009 dan 2010, memiliki Current Ratio yang tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada dibawah 150%. Return On Asset pada tahun 2008 dan 2009, tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada dibawah 6,5%. Sedangkan pada tahun 2010 tergolong dalam kategori sehat karena nilainya berada diatas 6,5%. Rasio Utang Atas Modal pada tahun 2008, 2009 dan 2010, tergolong dalam kategori kurang sehat karena nilainya berada diatas 130%.en_US
dc.description.abstractThis watchfulness aims to evaluate registered construction company's finance well-being at indonesia effect exchange in the year 2008, 2009, and 2010. Finance ratio that worn current ratio, return on assets, and debt to equity ratio. Data that used financial statement that publicized to pass website www.idx.co.id. sample taking method that used purvosive sampling. sample that used as much as 6 construction company. Analysis model that used with Descriptive method. Analysis result shows that PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, in the year 2008, 2009 and 2010, has current ratio that belong to under the way because the value presents under 150%. Return on asset in the year 2008 and 2009, belong to in under the way category because presents under 6,5%. And in the year 2010 belong to in category wells because reside in on 6,5%. Debt ratio on capital in the year 2008, 2009 and 2010, belong to in under the way category because resides in on 130%. PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, in the year 2008 and 2009, has current ratio that belong to to well because the value presents on 150%. While in the year 2010, stay in under the way condition because presents membawah150%. Return on asset in the year 2008 and 2010, belong to in category wells because present on 6,5%. While in the year 2009 stay in under the way condition because presents under 6,5%. Debt ratio on capital in the year 2008, 2009 and 2010, belong to in under the way category because this value presents on 130%. PT. Total Bangun Persada Tbk, in the year 2008, has current ratio that belong to in under the way category because the value presents membawah150%, While in the year 2009 and 2010 belong to in category wells because the value resides in on 150%. Return on asset in the year 2008, belong to in under the way category because the value presents under 6,5%. While in the year 2009 and 2010, belong to in category wells because the value presents on 6,5%. Debt ratio on capital in the year 2008, 2009 and 2010, belong to in under the way category because the value presents on 130%. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, in the year 2008, 2009 and 2010, has current ratio that belong to in under the way category because the value presents under 150%. Return on asset in the year 2008 and 2009 belong to in under the way category because the value presents under 6,5%. While in the year 2010, belong to in category wells because the value resides in on 6,5%. Debt ratio on capital year 2008,2009 and 2010, belong to in under the way category because the value resides in on 130%. PT. Duta Graha Indah Tbk year 2008, 2009 and 2010, has current ratio that belong to in category wells because the value presents on 150%. Return on asset in the year 2008 and 2009, belong to in category wells because the value berda on 6,5%. While in the year 2010, belong to in under the way category because the value presents under 6,5%. Debt ratio on capital year 2008, 2009 and 2010, belong to in category wells because the value presents under 130%. PT. Surya Semesta Internusa Tbk in the year 2008, 2009 and 2010, has current ratio that belong to in under the way category because the value presents under 150%. Return on asset in the year 2008 and 2009, belong to in under the way category because the value presents under 6,5%. While in the year 2010 belong to in category wells because the value presents on 6,5%. Debt ratio on capital in the year 2008, 2009 and 2010, belong to in under the way category because the value presents on 130%.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectRatio Analysisen_US
dc.subjectConstruction Company Well-Being Levelen_US
dc.titlePenilaian Kesehatan Keuangan Perusahaan Konstruksi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan Analisis Rasio Keuanganen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record