Show simple item record

dc.contributor.advisorSimatupang, Irfan
dc.contributor.authorIqbal, Muhammad
dc.date.accessioned2012-02-15T04:33:33Z
dc.date.available2012-02-15T04:33:33Z
dc.date.issued2012-02-15
dc.identifier.otherFredo Hasugian
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/31098
dc.description040905005en_US
dc.description.abstractSkripsi ini berjudul; Proses Pernikahan Pada Jamaah Salafiyyah. Hal-hal yang dijelaskan adalah tata cara dan aturan-aturan tentang pernikahan yang dilakukan oleh jamaah salafiyyah. Fokus yang diteliti meliputi; upacara atau tata cara sebelum pernikahan berlangsung, kemudian tahapan pelaksanaan pernikahan, dan selanjutnya tata cara setelah pernikahan. Alasan ketertarikan penulis untuk melaksanakan penelitian ini adalah adanya asumsi bahwa jamaah salafiyyah memiliki pola perilaku yang khas dalam pemahaman mereka terhadap ajaran Islam, termasuk dalam hal ini adalah upacara pernikahan yang mereka selenggarakan, menurut mereka sesuai dengan aturan yang ada di dalam Qur’an dan sunnah nabi. Dengan penelitian yang bersifat deskriptif, penulis mencoba mengungkapkan proses pernikahan pada jamaah salafiyyah. Data diambil penulis dari hasil wawancara mendalam dengan beberapa informan kunci yaitu para ustadz dari jamaah salafiyyah, juga para informan lain yaitu pengikut dakwah salafiyyah yang sedang melangsungkan pernikahan. Penelitian dilakukan dengan observasi atau pengamatan secara langsung pelaksanaan penyelenggaraan pernikahan pada jamaah salafiyyah. Selain itu data juga diperoleh melalui studi literature atau studi kepustakaan. . Tujuan pernikahan menurut jamaah salafiyyah yang paling utama adalah beribadah kepada Allah, ini berarti semua tata cara dan aturan pernikahan dan pelaksanaannya harus sesuai dengan hukum-hukum agama yang mereka pahami, dari mulai pembatasan jodoh atau perempuan-perempuan yang tidak boleh dinikahi menurut jamaah salafiyyah hingga bentuk pernikahan yang dilarang. Selanjutnya, sebelum penyelenggaraan pernikahan ada tahap-tahap yang harus dilalui oleh calon mempelai laki-laki dan perempuan yaitu dimulai dari bagaimana memperoleh informasi tentang jodohnya, bagaimana kriteria perempuan yang dianjurkan untuk dinikahi, masa perkenalan calon jodoh dan saling melihat satu sama lainnya, penentuan hari pernikahan dan penentuan mas kawin, dan hal-hal apa saja yang dilarang sebelum pernikahan pada jamaah salafiyyah seperti pacaran misalnya. Pada tahapan penyelenggaraan pesta atau pernikahan dimulai dari akad nikah dan syarat sahnya pernikahan, kemudian dilanjutkan dengan khutbah nikah, penyelengaraan pesta, dan hal-hal yang dilarang dilakukan pada penyelenggaraan pesta pernikahan seperti memotret, menghias pengantin, menyelenggarakan hiburan dengan alat-alat musik dan lainlain. Kemudian dilanjutkan dengan adab-adab setelah pernikahan yang dimulai darisalat dua rakaat setelah akad nikah bersama isteri dan mendoakannya, kemudian hal-hal yang berhubungan dengan peraturan hidup berumah tangga yaitu mengenai hak-hak suami dan hak-hak isteri. Kesimpulan hasil penelitian proses pernikahan yang diselenggarakan oleh jamaah salafiyyah dengan segala aturan dan hukum-hukumnya yang sesuai Qur’an dan sunnah menurut pemahaman mereka adalah merupakan bagian dari sebuah ritus dan upacara keagamaan yang dilaksanakan dalam rangka wujud bakti mereka kepada Tuhan. Hal itu sesuai dengan tujuan pernikahan menurut mereka yang merupakan suatu ibadah kepada Tuhan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectProses Pernikahanen_US
dc.titleProses Pernikahan Pada Jamaah Salafiyyah (Studi Deskriptif Mengenai Proses Pernikahan Pengikut Dakwah Salafiyyah di Kota Medan)en_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record