Show simple item record

dc.contributor.advisorDalimunthe, Ritha F.
dc.contributor.advisorHeldy BZ
dc.contributor.authorSitumorang, Ucok Sangap
dc.date.accessioned2012-01-05T02:29:00Z
dc.date.available2012-01-05T02:29:00Z
dc.date.issued2012-01-05
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/30718
dc.description087012017en_US
dc.description.abstractPerawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang menentukan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit melalui pelaksanaan asuhan keperawatan. Kinerja Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan melalui pencapaian BOR (Bed Occupancy Rate) selama tiga tahun terakhir belum maksimal, yakni 36,1% tahun 2007, 31,1% tahun 2008, 33,3% tahun 2009 dan dominan dimanfaatkan oleh anggota Polri saja. Kondisi ini diduga terkait dengan kinerja perawat pelaksana yang belum optimal di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komunikasi organisasi vertikal ke bawah, vertikal ke atas dan horizontal terhadap kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan. Jenis penelitian survei explanatory. Populasi dalam penelitian seluruh perawat berjumlah 79 orang dan sampel adalah perawat pelaksana yang terkait dengan pelaksanaan asuhan keperawatan sebanyak 71 orang. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner, dianalisis dengan regresi berganda pada α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi vertikal ke bawah (instruksi tugas dan umpan balik), komunikasi vertikal ke atas (informasi pekerjaan serta saran dan ide), serta komunikasi horizontal (koordinasi, pemecahan masalah dan konflik, serta pertukaran informasi) berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana. Variabel instruksi pekerjaan paling berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan. Disarankan kepada : 1) Manajemen Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan melalui komite keperawatan untuk meningkatkan intensitas komunikasi vertikal dan horizontal khususnya dalam hal umpan balik dari tugas dan fungsi yang telah dilaksanakan oleh perawat pelaksana, 2) Perawat pelaksana di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan perlu meningkatkan komunikasi vertikal dan horizontal khususnya tentang informasi pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam pelayanan asuhan keperawatan dan mengkoordinasikan pertukaran informasi tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam asuhan keperawatan.en_US
dc.description.abstractThe nurse is one of the health professionals who determine the quality of health care in hospitals through the implementation of nursing care. Bhayangkara Hospital region II Medan performance through the achievement of the BOR (Bed Occupancy Rate) over the last three years was not maximized, that was 36.1% in 2007, 31.1% in 2008, 33.3% in 2009 and dominant utilized by the member of the Police only. The condition is related with the performance of the nurse was not optimal in Bhayangkara Hospital region II, yet. The purpose of this study was to analyze the influence of organizational communication vertically downward, vertically upward and horizontal communication on the performance of nurse at Bhayangkara Hospital region II, with an explanatory survey. The population of this study were all of nurses as many as 79 peoples and 71 of them were selected to be sample. The data for this study were obtained through questionnaire based interviews. The data obtained were analyzed through multiple regression test at α = 0.05. The results showed that statistically the organizational communication variables include vertically top to bottom communication (instructions and feedback), the vertically bottom up communication (job information, suggestions, and ideas) and the horizontal communication (coordination, problem solving and conflicts, and exchange in information) significantly influenced on the performance of the nurses. The variable of job information was the most dominant influenced on the performance of the nurses in Bhayangkara Hospital region II. It is recommended that: The management of the Bhayangkara Tingkat II Hospital, through the treatment committee, to increase the intensity of the vertically top to bottom communication, especially in the feedback of the task and function done by the nurses. The nurses in Bhayangkara Hospital region II, should increase the vertically bottom up communication, especially about the job information in healthcare. The nurses in Bhayangkara Hospital region II, should increase the vertical and horizontal communication, especially in coordinating and exchanging information about their tasks in healthcare.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectOrganizational Communicationen_US
dc.subjectPerformanceen_US
dc.titlePengaruh Komunikasi Organisasi Vertikal ke Bawah, Vertikal ke Atas dan Horizontal terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medanen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record