Show simple item record

dc.contributor.advisorHusni, Muhammad
dc.contributor.advisorMahyuzar, Azwar
dc.contributor.authorTampubolon, Wahyu Simon
dc.date.accessioned2011-11-03T07:41:28Z
dc.date.available2011-11-03T07:41:28Z
dc.date.issued2011-11-03
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/30034
dc.description070200336en_US
dc.description.abstractArbitrase merupakan salah satu usaha dalam penyelesaian sengketa di luar pengadilan, dengan berkembangnya zaman masyarakat pelaku usaha lebih cendrung menggunakan arbitrase didalam menyelesaian sengketa, karena dalam arbitrase proses penyelesaian sengketa melalui arbitrase memiliki keunggulan dibanding pada proses di pengadilan, diantaranya terjaminnya kerahasiaan para pihak yang bersengketa dan proses penyelesaiaan sengketa relatif lebih cepat dibandingkan proses di pengadilan. Dengan kelebihan – kelebihan dari lembaga ini yang membuat para pelaku usaha lebih memilih dan percaya menyelesaiakan sengketa melalui lembaga arbitrase seperti Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Kewenangan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) akan dapat dilihat bila mana para pihak yang bersengketa memilih penyelesaian sengketa mereka melalui lembaga arbitrase, dimana terdapat dalam kluasula arbitrase, jika dalam kluasula tersebut menyepakati menyelesaikan sengketa melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) sebagai lembaga yang akan menyelesaikan sengketa mereka, maka Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) lah yang berwenang sepenuhnya untuk memeriksa dan menyelesaikan sengketa-sengketa mereka tersebut termaksud bagaimana pelaksanaannya, dan lainnya. Sehingga dengan kata lain perjanjian arbitrase timbul apabila adanya kesepakatan tertulis berupa klausula arbitrase dari para pihak untuk menyerahkan penyelesaian suatu sengketa perdata kepada lembaga arbitrase, dengan adanya klausula arbitrase yang dicantumkan dalam perjanjian memberikan kewenangan absolut kepada lembaga arbitrase untuk menyelesaikan sengketa dengan cara arbitrase. Yang menjadi pusat perhatian dari skripsi ini adalah bagaimana pemberdayaan lembaga arbitrase dalam penyelesaian sengketa non litigasi, yang belakangan sangat banyak para pelaku usaha menggunakan cara penyelesaian sengketa melalui arbitrase ini, dimana karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki badan arbitrase tersebut yang membuat pelaku usaha lebih menggunakan arbitrase dalam sengketa bisnis yang terjadi dari pada melalui peradilan umum. Tulisan yang ada dalam skripsi ini dilakukan dengan cara penelitian hukum secara normatif, dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan, dimana sumber data diperoleh dari bahan hukum primer berupa perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa karya akademik serta bahan hukum tertier berupa kamus.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectPemberdayaan Lembaga Arbitraseen_US
dc.subjectPenyelesaian Sengketa Non Litigasien_US
dc.titlePemberdayaan Lembaga Arbitrase Dalam Penyelesaian Sengketa Non Litigasien_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record