Show simple item record

dc.contributor.advisorSuriadi, Agus
dc.contributor.authorPutra, Pandu Naro
dc.date.accessioned2011-09-15T05:03:43Z
dc.date.available2011-09-15T05:03:43Z
dc.date.issued2011-09-15
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/28937
dc.description060902016en_US
dc.description.abstractSociety of North Sumatera, Indonesia in particular is still struggling with poverty, as noted by the Central Statistics Agency (CSA) in March 2010 that the number of people living below the poverty line reached 31.02 million (13.33%) while in North Sumatera itself according the National Social Economic Survey (NSES), which also took place in March 2010 the number of poor people there are as many as 1,490,900 people (11.31%). Due to poverty, the government make programs to address the problem of poverty. One is the Rice Program for Poor Families (PF), namely the distribution of subsidized rice to Poor Households (PHH), which became the target of the program at a price of Rp 1,600 / kg at the distribution point. The Rice Program for Poor Families is certainly going to get a response from the community, even if in theory the program will receive a positive response. However, this has not been established because in determining the response can be seen from three variables: perception, attitude and participation. Given these conditions, every community in the various regions will have different responses to a given program by the government. This study aims to determine the Community Response Against the Rice Program for Poor Families at the Mutiara Village. The research method using descriptive type which makes the overall picture of how the community response. The research was conducted in the Mutiara Village with respondents who numbered 55 families. The technique of collecting data through questionnaires to the respondents, observation and interviews directly to the public and related institutions that can strengthen this research data. While the method used is descriptive analysis, data obtained from the research study and the answers were classified according to kinds and tabulated into a frequency table and then analyzed using a likert scale to measure the variables. Based on the data collected and analyzed can be concluded that on average the Rice Program for Poor Families program got a response from the community with a neutral value 0.40. Consists of the perception of the value of 0.16 and 0.31 as well as attitudes to the value of participation with a value of 0.16. Community hope the program continues and the quality of Rice Program for Poor Families can be improved to be even better.en_US
dc.description.abstractMasyarakat Indonesia khususnya Sumatera Utara masih bergelut dengan kemiskinan, seperti yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret 2010 bahwa jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan mencapai 31,02 juta jiwa (13,33%) sedangkan di Sumatera Utara sendiri menurut hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang juga dilaksanakan pada bulan Maret 2010 jumlah penduduk miskin ada sebanyak 1.490.900 jiwa (11,31%). Oleh karena adanya kemiskinan itu, pemerintah membuat program untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut. Salah satunya adalah Program Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin) yaitu penyaluran beras bersubsidi kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) yang menjadi sasaran dari program dengan harga Rp 1.600/ Kg di titik pendistribusian. Program Raskin ini tentunya akan mendapat respon dari masyarakat meskipun secara teori program tersebut akan mendapat respon yang positif. Namun, hal ini belum dapat dipastikan karena dalam menentukan Respon dapat dilihat dari tiga variabel yaitu persepsi, sikap dan partisipasi. Mengingat kondisi ini, setiap masyarakat di berbagai wilayah akan memiliki respon yang berbeda-beda terhadap suatu program yang diberikan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Respon Masyarakat Terhadap Program Raskin di Kelurahan Mutiara. Metode penelitian menggunakan tipe deskriptif yaitu membuat gambaran kondisi secara menyeluruh tentang bagaimana respon masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Mutiara dengan responden yang berjumlah 55 KK. Teknik pengumpulan data melalui angket kepada responden, observasi dan wawancara langsung kepada masyarakat serta instansi terkait yang bisa memperkuat data penelitian ini. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah deskriptif, data yang diperoleh dari penelitian diteliti dan jawaban-jawaban diklasifikasikan menurut macamnya serta ditabulasikan kedalam tabel frekuensi selanjutnya dianalisa dan menggunakan skala likert untuk mengukur variabel-variabelnya. Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dan dianalisis dapat disimpulkan bahwa secara rata-rata Program Raskin mendapat Respon Netral dari masyarakat dengan nilai 0,40. Terdiri dari persepsi dengan nilai 0,16 dan sikap dengan nilai 0,31 serta partisipasi dengan nilai 0,16. Masyarakat berharap program Raskin tetap dilanjutkan dan mutu beras dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectCommunity Responseen_US
dc.subjectRice for Poor Familiesen_US
dc.titleRespon Masyarakat Dalam Program Beras Miskin Untuk Keluarga Miskin Di Kelurahan Mutiara Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahanen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record