Show simple item record

dc.contributor.authorMuzasti, Riri Andri
dc.date.accessioned2011-08-03T03:00:41Z
dc.date.available2011-08-03T03:00:41Z
dc.date.issued2011-08-03
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/28228
dc.descriptionPneumonia nosokomialen_US
dc.description.abstractPada masa yang lalu pneumonia diklasifikasikan sebagai pneumonia tipikal dan atipikal. Namun ternyata manifestasi dari patogen lain memberikan sindrom klinik yang identik dengan pneumonia, sehingga istilah tersebut tidak lagi dipergunakan. Pada perkembangannya pengelolaan pneumonia dikelompokkan menjadi yang terjadi di rumah sakit (hospital-acquired pneumonia atau HAP) dan pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia atau CAP).1 HAP dibagi lagi atas pneumonia nosokomial (PN) dan pneumonia akibat ventilator (ventilator- acquired pneumonia atau VAP).4 Pada tahun 2004 American Thoracic Society (ATS) dan Infectious Diseases Society of America (IDSA) memperluas spektrum PN dengan memasukkan pneumonia pada rumah rawatan (healthcare-associated pneumonia atau HCAP).6 Proses PN tergantung pada jumlah dan virulensi kuman yang mencapai saluran nafas bawah dan kemampuan daya tahan tubuh untuk mengatasinya. Mikroorganisme penyebab PN berbeda diantara RS sehingga diperlukan pola kuman penyebab dan pola resistensi setempat.1,2,8 Pengobatan PN dilakukan dengan terapi AB empiris segera sambil menunggu hasil resistensi kuman. Mengingat angka kematian yang cukup tinggi, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan.2en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectPneumonia Nosokomialen_US
dc.titlePneumonia Nosokomialen_US
dc.typeLecture Papersen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record