USU-IR Home    USU Library        Feedback

USU Institutional Repository » Student Papers (SP) » Public Health » SP - Epidemiologi »

Please use this identifier to cite or link to this item:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/27457


Title: Karakteristik Penderita Trauma Kapitis Yang Dilakukan Dengan Tindakan Craniotomy Di RSU Materna Medan Tahun 2008-2009
Authors: Siahaan, Frida M. R.
Advisors: Jemadi; Sarumpaet, Sori Muda
Issue Date: 13-Jul-2011
Abstract: Craniotomy head injury is a serius public health problem that directly or indirectly on the head which may result in disruption neurologis function, even death. According to the health department in 2007, intracranial injuries second highest disease patients hospitalized in public hospitals in indonesia that led to death with a case fatality rate (CFR) 4,37%. The study aims to determine the characteristic of patients with trauma capitis craniotomy performed actions in the General Hospital Materna Medan in 2008-2009, conducted a descriptive research design of case series. Population and sample is all Trauma capitis craniotomy patients were 107 people (Total sampling). Data analysis performed using t-test and chi-square test. The results showed the distribution of the proportion of patients with Trauma capitis craniotomy based on the largest age group of 25-34 years of age (20,6%) with male gender (16,8%), academic/PT (41,1%), job self-employed (26,2%), married marital status (66,4%), cause of head injury due to traffic accidents (69,2%), intracerebral hematoma classification of head injury (34,6%), severe severity (47,7%), duration of treatment on average (14 days), the location of the scene in the city field (84,1%), while home with the home state of outpatient (54,2%). Trauma capitis craniotomy in patients with severe severity, duration of treatment on average were significantly higher compared with mild to moderate severity (18 days vs 10 days; p=0,042), Trauma capitis craniotomy in patients with mild to moderate severity, circumstances when home cured/PBJ/PAPS was significantly higher compared with the severity of weight (98,2% vs 86,3%; p=0,019), and in patients with Trauma capitis classification trauma craniotomy with epidural and subdural hematoma, the severity of mild-was significantly higher with the classification of traumatic intracerebral hematoma and cranial base fracture is open (100% vs 97,3%; p=0,000). It takes awareness to the public to obey traffic regulations on the highway to prevent collisions on the head which can cause Trauma craniotomy capitis due to traffic accidents (KLL).
Abstract (other language): Trauma kapitis craniotomy merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius yang secara langsung atau tidak langsung mengenai kepala yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi neurolagis, bahkan kematian. Menurut Depkes RI tahun 2007, cedera intrakranial menempati urutan kedua penyakit terbanyak penderita rawat inap di RSU di Indonesia yang menyebabkan kematian dengan case fatality rate (CFR) 4,37%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita Trauma kapitis yang dilakukan tindakan craniotomy di RS Umum Materna Medan tahun 2008-2009, dilakukan penelitian deskriptif dengan desain case series. Populasi dan sampel adalah seluruh penderita Trauma kapitis craniotomy sebanyak 107 orang (Total sampling). Analisa data dilakukan dengan menggunakan t-test dan chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan distribusi proporsi penderita Trauma kapitis craniotomy berdasarkan umur terbanyak pada kelompok umur 25-34 tahun (20,6%) dengan sex ratio laki-laki (71%) dan perempuan (29%), dimana umur termuda adalah 4-14 tahun (14,0%) dan umur tertua adalah 75-84 tahun (4,7%), pendidikan akademik/PT (41,1%), pekerjaan wiraswasta (26,2%), status perkawinan menikah (66,4%), penyebab trauma kapitis karena kecelakaan lalu lintas (69,2%), klasifikasi trauma kapitis hematoma intraserebral (34,6%), tingkat keparahan berat (47,7%), lama rawatan rata-rata (14 hari), lokasi tempat kejadian di kota Medan (84,1%), keadaan sewaktu pulang dengan pulang berobat jalan (54,2%), CFR (7,5%). Penderita dengan tingkat keparahan berat, lama rawatan rata-rata secara bermakna lebih lama dibandingkan dengan tingkat keparahan ringan-sedang (18 hari (47,7%) vs 10 hari (52,3%); p=0,042), proporsi penderita dengan tingkat keparahan ringan-sedang, keadaan sewaktu pulang sembuh/PBJ/PAPS secara bermakna lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat keparahan berat ( 98,2% vs 86,3%; p=0,019), dan proporsi penderita dengan klasifikasi trauma hematoma epidural dan subdural, tingkat keparahan ringan-sedang secara bermakna lebih tinggi dengan klasifikasi trauma hematoma intracerebral dan fraktur basis kranii terbuka ( 100% vs 97,3%; p=0,000). Diperlukan kesadaran kepada masyarakat untuk mencegah benturan pada kepala yang dapat menyebabkan Trauma kapitis craniotomy oleh karena kecelakaan lalu lintas (KLL), dan diperlukan kesadaran kepada tim medis dan perawatan untuk mencegah tidak terjadinya infeksi nasokomial dirumah sakit.
Keywords: Patient Characteristics
Trauma Capitis With Action Craniotomy
URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/27457
Appears in Collections:SP - Epidemiologi

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Cover.pdfCover352.35 kBAdobe PDFView/Open
Abstract.pdfAbstract231.25 kBAdobe PDFView/Open
Chapter I.pdfChapter I224.33 kBAdobe PDFView/Open
Chapter II.pdfChapter II362.43 kBAdobe PDFView/Open
Chapter III-VII.pdfChapter III-VII386.01 kBAdobe PDFView/Open
Reference.pdfReference220.5 kBAdobe PDFView/Open
Appendix.pdfAppendix354.4 kBAdobe PDFView/Open
 

Items in USU-IR are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.