Show simple item record

dc.contributor.advisorLubis, Wilda Hafny
dc.contributor.authorNisa, Rafeatun
dc.date.accessioned2011-07-11T03:43:41Z
dc.date.available2011-07-11T03:43:41Z
dc.date.issued2011-07-11
dc.identifier.otherElisa Ekaningsih
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/27287
dc.description070600140en_US
dc.description.abstractStomatitis aftosa rekuren (SAR) atau lebih dikenali oleh masyarakat awam dengan “sariawan” merupakan salah satu penyakit yang ulang kambuh pada mukosa mulut yang paling sering terjadi.1 SAR merupakan salah satu kasus yang sering dijumpai oleh dokter gigi diseluruh dunia sehingga dihasilkan beberapa penelitian-penelitian yang berhubungan dengan SAR.2 Prevalensi SAR bervariasi tergantung pada daerah populasi yang diteliti. Dari penelitian-penelitian epidemiologi menunjukkan pada umumnya, prevalensi SAR berkisar 15-25% dari populasi.3-8 Di Amerika, prevalensi tertinggi ditemukan pada mahasiswa keperawatan 60%, mahasiswa kedokteran gigi 56% dan mahasiswa profesi 55%.9 Resiko terkena SAR cenderung meningkat pada kelompok sosioekonomi menengah ke atas, ini berhubungan dengan meningkatnya beban kerja yang dialami kalangan profesi atau jabatan-jabatan yang memerlukan tanggung jawab yang cukup besar, pada wanita dan individu yang stres, seperti mahasiswa yang sedang menghadapi ujian.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectStomatitis Aftosa Rekuren (SAR)en_US
dc.subjectStresen_US
dc.titleStomatitis Aftosa Rekuren (SAR) yang dipicu oleh Stres pada Mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utaraen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record