Show simple item record

dc.contributor.advisorRahmawaty
dc.contributor.advisorAfifuddin, Yunus
dc.contributor.authorHarahap, Moehar Maraghiy
dc.date.accessioned2011-06-17T03:04:25Z
dc.date.available2011-06-17T03:04:25Z
dc.date.issued2011-06-17
dc.identifier.otherMuswita Widya Rahma
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/26235
dc.description071201012en_US
dc.description.abstractThe condition of mangrove forests in Asahan currently experiencing pressure due to the utilization and management of the less noticed aspects of sustainability. This study aims to determine changes in land cover and damage level in mangrove forests Asahan Regency. Land cover classification using supervised classification methods and change detection extension Arc View GIS 3.3 on six classes of land cover (mangrove, settlements, plantations, water bodies, open land and pond) in satellite images of Landsat ETM 2002, 2006 and 2010. Mapping of damage level done by giving the score and the weighting of each criterion (land cover, canopy density and soil resistance to abrasion). The results showed mangrove forests of Asahan Regency throughout the year 2002-2010 changing its form of land cover to plantations, settlements, water bodies, open land and pond. The damage level of mangrove forest in Asahan Regency divided into 5 criteria. Recent data (year 2010) indicate that East Sei Kepayang District has mangrove forest area with the criteria were severely corrupted, corrupted and corrupted quite most compare to other three districts with respectively an area of 752.94 hectares, 905.20 and 931.98 Ha.en_US
dc.description.abstractKondisi hutan mangrove di Kabupaten Asahan saat ini mengalami tekanan akibat pemanfaatan dan pengelolaannya yang kurang memperhatikan aspek kelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan dan tingkat kerusakan pada kawasan hutan mangrove Kabupaten Asahan. Klasifikasi tutupan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing serta extention change detection Arc View GIS 3.3 pada enam kelas tutupan lahan (mangrove, pemukiman, perkebunan, badan air, lahan terbuka dan tambak) dalam citra satelit Landsat ETM tahun 2002, 2006 dan 2010. Pemetaan tingkat kerusakan dilakukan dengan memberikan skor dan bobot pada tiap kriteria (tutupan lahan, kerapatan tajuk dan ketahanan tanah terhadap abrasi). Hasil penelitian menunjukkan sepanjang tahun 2002-2010 hutan mangrove Kabupaten Asahan mengalami perubahan bentuk tutupan lahan menjadi perkebunan, pemukiman, badan air, lahan terbuka dan tambak. Tingkat kerusakan hutan mangrove Kabupaten Asahan terbagi ke dalam 5 kriteria. Data terakhir (tahun 2010) menunjukkan bahwa Kecamatan Sei Kepayang Timur memiliki kawasan hutan mangrove dengan kriteria rusak berat, rusak dan cukup rusak paling tinggi dibandingkan tiga kecamatan lainnya dengan luasan secara berturut 752,94 Ha, 905,20 Ha dan 931,98 Ha.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectMappingen_US
dc.subjectLand Changeen_US
dc.subjectDamage Levelen_US
dc.subjectGISen_US
dc.titlePemetaan Tingkat Kerusakan Mangrove Di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utaraen_US
dc.typeStudent Papersen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record