Show simple item record

dc.contributor.advisorManurung, Jonni
dc.contributor.advisorPratomo, Wahyu Ari
dc.contributor.authorMujiburrokhman
dc.date.accessioned2011-06-15T02:36:12Z
dc.date.available2011-06-15T02:36:12Z
dc.date.issued2011-06-15
dc.identifier.otherFranz
dc.identifier.urihttp://repository.usu.ac.id/handle/123456789/26131
dc.description077018043en_US
dc.description.abstractThe objectives of this research are to analyze the contribution of real income, interest rate, inflation to the change on money demand in Indonesia, to know the contribution of real income, interest rate, money demand to the change on inflation in Indonesia, to know the contribution of real income, money demand, inflation to the change on interest rate in Indonesia and to know the contribution of inflation, money demand, interest rate to the change on real income in Indonesia. Data collection is obtained using secondary data, namely the real income, interest rate, inflation and money demand from 1982 up to 2008 (26 observations). The determination on the amount of the observation is based on structure lag stability in the research model. This research uses econometric model with Vector Auto Regression (VAR), Impulse Response Function (IRF) and Variance Decomposition (VD) method which previously tested using Unit Roots Test, Granger Causality Test and Co integration Johansen test. The result of data analysis uses Vector Auto Regression (VAR) showing the contribution between the variables of Gross Domestic Bruto (PDB), interest rate (SBI), inflation (INF) and money demand (M1). The other variable with the biggest contribution to the PDB is the last period of SBI (SBIt-1). The other variable besides the variable with significant contribution to SBI is SBI t-1. The other variable besides that variable with significant contribution to inflation is M1t-1. Whereas, the other variable with the most significant contribution to M1 is M1t-1. From the result of Impulse Response Function, it is known that the first stability for all variables are in the middle-term period, that is 5 up to 10 years, whereas, in the long-term, it tends to be stabilized. It produces the meaning that even though there is variable in the short-term without influence, however, in the middle and long –term, it is mutual influencing. Based on the result of variance decomposition, as the whole for long-term and short term, all variables on the first period is influenced by error variance variable. Whereas, in the long-term, there is the change on the error variance and reduced to its variables and then it is moved by other variables.en_US
dc.description.abstractTujuan penelitian ini untuk menganalisis kontribusi pendapatan riil, tingkat suku bunga, inflasi terhadap perubahan permintaan uang di Indonesia, untuk mengetahui kontribusi pendapatan riil, tingkat suku bunga, permintaan uang, terhadap perubahan inflasi di Indonesia, untuk mengetahui kontribusi pendapatan riil, inflasi, permintaan uang, terhadap perubahan tingkat suku bunga di Indonesia, dan untuk mengetahui kontribusi inflasi, permintaan uang, tingkat suku bunga, terhadap perubahan pendapatan riil di Indonesia. Pengumpulan data diperoleh dari data skunder yaitu data pendapatan riil, tingkat suku bunga, inflasi dan permintaan uang, 1982 sampai dengan tahun 2008 (26 observasi). Penentuan jumlah observasi didasarkan atas stabilitas lag struktur dalam model penelitian. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ekonometrika dengan metode Vector Autoregression (VAR), Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD) yang sebelumnya diuji menggunakan uji Unit Roots Test, uji Causalitas Granger dan uji Kointegrasi Johansen. Hasil analisis data menggunakan Vector Autoregression (VAR), menunjukkan kontribusi antara variabel Pendapatan Domestik Bruto (PDB), Suku Bunga Indonesia (SBI), inflasi (INF) dan permintaan uang (M1). Variabel lain selain variabel itu sendiri yang memiliki kontribusi paling signifikan terhadap PDB adalah variabel SBI periode sebelumnya (SBIt-1). Variabel lain selain variabel itu sendiri yang memiliki kontribusi paling signifikan terhadap SBI variabel SBI periode sebelumnya (SBIt-1). Variabel lain selain variabel itu sendiri yang memiliki kontribusi paling signifikan terhadap inflasi adalah variabel permintaan uang periode sebelumnya (M1t-1), sedangkan variabel lain selain variabel itu sendiri yang memiliki kontribusi paling signifikan terhadap M1 adalah M1t-1. Dari hasil impulse response function diketahui bahwa stabilitas pertama semua variabel berada pada periode jangka menengah yaitu 5 sampai 10 tahun sedangkan dalam jangka panjang cenderung mengalami kestabilan, hal tersebut menimbulkan makna bahwa walaupun ada variabel yang pada jangka pendek tidak berpengaruh namun dalam jangka menengah dan jangka panjang akan saling mempengaruhi satu sama lain. Berdasarkan hasil variance decomposition, secara keseluruhan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, semua variabel pada periode pertama dipengaruhi oleh error variance variabel itu sendiri, sedangkan dalam jangka panjang terjadi perubahan pengaruh error variance yang semakin menurun terhadap variabel itu sendiri dan digeser oleh variabel lainnya.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectGDPen_US
dc.subjectinterest rateen_US
dc.subjectinflationen_US
dc.subjectmoney demanden_US
dc.subjectVector Auto Regressionen_US
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Uang Di Indonesiaen_US
dc.typeMaster Thesesen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record